Konsep Kepemimpinan Kristus Berdasarkan Injil Matius 20:20-28
Konsep Kepemimpinan Kristus Berdasarkan Injil Matius 20:20-28 ~ Dalam dunia modern, kepemimpinan sering dikaitkan dengan kekuasaan, otoritas, dan dominasi. Namun, Yesus Kristus mengajarkan konsep kepemimpinan yang sangat berbeda dari standar dunia. Dalam Injil Matius 20:20-28, Yesus menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukanlah soal kedudukan atau kekuasaan, melainkan pelayanan dan pengorbanan. Artikel ini akan membahas lima aspek utama dari kepemimpinan Kristus sebagaimana diajarkan dalam bagian ini.
1. Kepemimpinan yang Berasal dari Kehendak
Allah (Matius 20:20-23)
"Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya" (Matius 20:20). Ketika ibu Yakobus dan Yohanes meminta tempat istimewa bagi anak-anaknya dalam kerajaan Yesus, Yesus menegaskan bahwa kedudukan dalam kerajaan Allah bukan berdasarkan kehendak manusia, melainkan kehendak Bapa di surga. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati bukanlah sesuatu yang dikejar demi ambisi pribadi, tetapi adalah panggilan dari Allah.
John Stott dalam bukunya The Cross of Christ menyatakan, “Kepemimpinan Kristen tidak datang melalui upaya manusia untuk mencapai posisi tinggi, tetapi melalui panggilan Allah yang memberikan otoritas kepada mereka yang Ia kehendaki”. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan Kristen bukanlah posisi yang diraih melalui usaha manusia semata, tetapi anugerah yang harus dipertanggungjawabkan.
2. Kepemimpinan yang Berorientasi pada
Pengorbanan (Matius 20:22-23)
“Tetapi Yesus menjawab: ‘Kamu tidak tahu, apa yang
kamu minta. Dapatkah kamu minum cawan, yang harus Kuminum?’ Mereka berkata
kepada-Nya: ‘Kami dapat” (Matius 20:22).
Yesus menggunakan metafora “minum cawan” untuk menggambarkan penderitaan dan pengorbanan yang harus Dia alami. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang menerima kehormatan, tetapi juga tentang menanggung penderitaan dan beban demi orang lain.
Dietrich Bonhoeffer dalam The Cost of Discipleship menulis, “Ketika Kristus memanggil seseorang, Ia mengundang mereka untuk datang dan mati”. Ini berarti bahwa kepemimpinan sejati dalam Kekristenan adalah jalan pengorbanan, bukan pencarian kemuliaan diri.
3. Kepemimpinan yang Tidak Mengandalkan
Kekuasaan Duniawi (Matius 20:25)
“Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: ‘Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka” (Matius 20:25). Yesus membandingkan gaya kepemimpinan duniawi yang menekankan dominasi dan otoritas dengan kepemimpinan yang Ia ajarkan. Pemimpin dunia menggunakan kekuasaan untuk mengendalikan, tetapi pemimpin Kristen dipanggil untuk melayani.
N.T. Wright dalam Simply Jesus menyatakan, “Yesus tidak datang untuk meniru sistem kepemimpinan dunia, tetapi untuk menantangnya dengan teladan kasih dan pelayanan”. Artinya, kepemimpinan dalam kerajaan Allah harus berbeda dari pola dunia.
4. Kepemimpinan yang Didasari oleh Pelayanan
(Matius 20:26-27)
“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Matius 20:26-27).
Yesus membalikkan konsep kepemimpinan dunia dengan menekankan bahwa kebesaran sejati datang melalui pelayanan. Pemimpin Kristen tidak mencari kehormatan bagi diri mereka sendiri, tetapi mengutamakan kesejahteraan orang lain.
Henri Nouwen dalam In the Name of Jesus menulis, “Kepemimpinan Kristen sejati hanya bisa dipahami dalam konteks pelayanan yang rendah hati, bukan pencarian popularitas atau kekuasaan”. Ini menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Kristus berarti menyerahkan hak-hak pribadi demi kebaikan orang lain.
5. Kepemimpinan yang Meneladani Kristus sebagai
Hamba (Matius 20:28)
“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi
tebusan bagi banyak orang” (Matius 20:28).
Yesus memberikan teladan tertinggi tentang kepemimpinan dengan menyerahkan diri-Nya untuk keselamatan manusia. Pemimpin sejati adalah mereka yang siap mengorbankan diri demi kesejahteraan orang lain.
Richard J. Foster dalam Celebration of Discipline mengatakan, “Pelayanan bukanlah langkah menuju kepemimpinan, tetapi kepemimpinan itu sendiri adalah pelayanan”. Dengan kata lain, kepemimpinan tidak hanya tentang memerintah, tetapi terutama tentang melayani.
Konsep kepemimpinan Kristus berdasarkan Injil Matius 20:20-28 menekankan bahwa kepemimpinan sejati berasal dari kehendak Allah, berorientasi pada pengorbanan, tidak mengandalkan kekuasaan duniawi, didasari oleh pelayanan, dan meneladani Kristus sebagai hamba. Dalam dunia yang sering mengagungkan kekuasaan dan dominasi, Yesus mengajarkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang melayani dengan kasih dan kerendahan hati.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menghidupi kepemimpinan yang melayani, meneladani Kristus dalam segala aspek hidup kita. Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi pemimpin yang efektif, tetapi juga membawa terang Kristus di tengah dunia ini.
Post a Comment for "Konsep Kepemimpinan Kristus Berdasarkan Injil Matius 20:20-28"