Translate

Kebahagiaan Bagi Yang Membawa Damai

Kebahagiaan bagi yang membawa damai ~ Landasan firman Tuhan untuk tema kebahagiaan bagi yang membawa damai, diambil dari Injil Matius 5:1-12. Secara khusus dalam ayat 9. Beginilah sabda Tuhan, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”.

 Baca juga ini: Kebahagiaan Bagi Yang Suci Hatinya

Allah yang digambarkan di dalam Alkitab adalah sumber damai sejahtera. Walau manusia melakukan pemberontakan terhadap diriNya, Allah tetap berinisiatif melakukan pendamaian antara diriNya dengan manusia melalui Kristus: “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami” (2 Kor 5:19a).

 


Sifat  pembawa damai merupakan sebagian sifat belas kasihan Allah. Karena itu, anak-anak Allah haruslah menjadi pembawa damai. Setiap orang percaya disebut sebagai anak-anak Allah. Konsekwensinya, setiap orang percaya yang merupakan anak-anak dari Sang Pembawa Damai, haruslah juga menjadi pembawa damai di bumi. Bukan hanya pembawa damai antara manusia yang satu dengan manusia lainnya, tetapi juga pembawa pesan damai antara Allah dan manusia.

 Baca juga ini: Bekerja Dan Berusaha Dalam Perspektif Alkitab

Implikasi logis dari tugas pembawa damai adalah bahwa setiap orang percaya haruslah menjadi pemberita tentang perdamaian yang dilakukan Allah dengan manusia melalui Yesus Kristus. Setiap orang percaya sudah selayaknya memberitakan kabar pendamaian hubungan antara Allah dan manusia melalui Anak-Nya Yang Tunggal Yesus Kristus: “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (2 Kor 5:19b).

 

Mereka yang membawa damai disebut anak-anak Allah. Karena semua orang percaya adalah anak Allah, maka setiap orang percaya seharusnya turut berbagian dalam membawa kabar damai kepada orang lain.

 Baca juga ini: Kebahagiaan Bagi Yang Murah Hatinya

Dalam hubungan dengan orang lain, salah satu yang harus sangat diperhatikan oleh setiap orang percaya adalah tanggung-jawab perbuatan dan perkataannya. Jika orang percaya bertanggung-jawab terhadap perbuatannya maka upaya membangun relasi dengan orang lain akan lebih mudah. Jika orang percaya bertanggung-jawab atas ucapan bibirnya maka akan lebih bisa dipercaya dan diterima orang lain. Jika orang percaya bertanggung-jawab terhadap perbuatan dan perkataannya akan dapat berperan serta mengubahkan orang lain.

 

Adalah hal yang tidak mungkin untuk tidak memiliki perbedaan pendapat sama sekali dengan orang lain - baik mereka orang percaya atau bukan. Adalah hal yang tidak mungkin untuk tidak mengalami gesekan sama sekali dengan orang lain. Tetapi jika perbedaan pendapat atau gesekan dengan orang lain terjadi maka yang harus lebih diutamakan adalah terpeliharanya damai sejahtera diantara orang percaya dengan orang lain. “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh (Kol 3:15).

 Baca juga ini: Kebahagiaan Bagi Yang Lapar Dan Haus Akan Kebenaran

[Roed] [Ditulis berdasarkan  buku “Khotbah di Bukit” oleh Sinclair B.Ferguson]

Post a Comment for "Kebahagiaan Bagi Yang Membawa Damai"