Meraih Pertumbuhan Melalui Penguasaan Diri
Meraih pertumbuhan melalui penguasaan diri ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari
kitab Amsal 25:1-28. Dalam Amsal 25:28, penulis kitab Amsal dalam pimpinan Roh
Kudus terkait dengan penguasaan diri, menulis demikian: “Orang yang tak dapat
mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya”.
Penguasaan diri atau self control merupakan salah satu buah Roh yang harus ada di dalam kehidupan setiap orang percaya. Rasul Paulus menulis: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” – Galatia 5:22-23.
Penguasaan diri atau self control merupakan salah satu buah Roh yang harus ada di dalam kehidupan setiap orang percaya. Rasul Paulus menulis: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” – Galatia 5:22-23.
Mengapa kita
harus bertumbuh dalam penguasaan diri? Karena saman now ada banyak factor yang
membuat kita tidak dapat mengontrol diri kita. Misalnya, soal makanan yang
menjamur di mana-mana. Semua makanan itu tidaklah salah, namun kitalah yang tidak
menguasai selera makan kita sehingga berdampak kepada kesehatan kita.
Selanjutnya,
di zaman now gaya hidup hedonis menjadi tren yang menggerogoti kehidupan banyak
orang termasuk pengikut Kristus. Hidup para pengikut Kristus semakin diarahkan
untuk berpusat kepada dirinya sendiri. Tidak lagi peduli dengan keadaan hidup
orang lain.
Ketidakmampuan
Kain menguasai dirinya, membuatnya tega membunuh adiknya sendiri, Habel.
Padahal, Tuhan sudah menegurnya agar tidak panas hati. Akibatnya, Tuhan
mengutuk Kain sehingga ia terbuang jauh dari tanah kelahirannya. Ia menjadi
seorang pelarian dan pengembara. Tanah yang diusahakannya pun tidak lagi
memberikan hasil terbaik untuknya. Ketidakmampuan Saul menguasai dirinya, juga
membuatnya berniat membunuh Daud.
Akibatnya,
Roh Tuhan undur dari Saul dan hidupnya berakhir dengan tragis. Ketidakmampuan Haman
menguasai dirinya, membuatnya berikhtiar memusnahkan bangsa Yahudi yang berada
di seluruh kerajaan Ahasyweros dengan cara menghasut raja. Namun, Tuhan
menggagalkan niat jahat Haman dan hidupnya berakhir di tiang gantungan
buatannya sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering bertemu dengan orang-orang yang tidak mampu menguasai dirinya, atau mungkin kita salah satunya. Ketidakmampuan menguasai diri dalam keluarga bisa menyebabkan pertengkaran, perceraian, dan kehancuran. Ketidakmampuan menguasai diri dalam usaha atau pekerjaan bisa menyebabkan kita kehilangan berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering bertemu dengan orang-orang yang tidak mampu menguasai dirinya, atau mungkin kita salah satunya. Ketidakmampuan menguasai diri dalam keluarga bisa menyebabkan pertengkaran, perceraian, dan kehancuran. Ketidakmampuan menguasai diri dalam usaha atau pekerjaan bisa menyebabkan kita kehilangan berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.
Ketidakmampuan
menguasai diri menyebabkan anak-anak muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan
narkoba. Ketidakmampuan menguasai diri dalam pelayanan bisa menyebabkan kita
kehilangan keluarga rohani bahkan kehilangan jemaat.
Menjadi orang yang memiliki kemampuan menguasai diri memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa diusahakan. Bukankah Tuhan menginginkan agar kita berbuah? Salah satu buah yang Tuhan mau dari hidup kita adalah penguasaan diri. Bila kita rindu memiliki kemampuan menguasai diri, mintalah agar Roh Kudus memampukan kita.
Menjadi orang yang memiliki kemampuan menguasai diri memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa diusahakan. Bukankah Tuhan menginginkan agar kita berbuah? Salah satu buah yang Tuhan mau dari hidup kita adalah penguasaan diri. Bila kita rindu memiliki kemampuan menguasai diri, mintalah agar Roh Kudus memampukan kita.
Sebab,
tanpa campur tangan Roh Kudus, kita tidak akan sanggup. Setialah bersekutu
dengan Tuhan melalui saat teduh, agar kita terus dituntun melalui firman-Nya.
Bersyukurlah dalam segala keadaan, maka kita tidak akan dikuasai oleh
kedagingan. Saat kita sudah mulai menguasai diri, maka kita akan mengalami
pemulihan demi pemulihan, serta revival demi revival.
RENUNGAN
Pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, Tuhan mau kita BELAJAR dan BERTUMBUH dalam PENGUASAAN DIRI, sebab KETIDAKMAMPUAN MENGUASAI DIRI dapat MERUSAK DIRI SENDIRI.
APLIKASI
1. Apa yang akan terjadi apabila kita tidak memiliki penguasaan diri?
2. Hal apa saja yang membutuhkan penguasaan diri dalam hidup Anda?
3. Bagaimana caranya agar Anda mampu menguasai diri dalam keadaan-keadaan tersebut?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu, sehingga kami mempunyai roh penguasaan diri yang akan membawa kami kepada revival demi revival dalam hidup kami. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”
RENUNGAN
Pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, Tuhan mau kita BELAJAR dan BERTUMBUH dalam PENGUASAAN DIRI, sebab KETIDAKMAMPUAN MENGUASAI DIRI dapat MERUSAK DIRI SENDIRI.
APLIKASI
1. Apa yang akan terjadi apabila kita tidak memiliki penguasaan diri?
2. Hal apa saja yang membutuhkan penguasaan diri dalam hidup Anda?
3. Bagaimana caranya agar Anda mampu menguasai diri dalam keadaan-keadaan tersebut?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu, sehingga kami mempunyai roh penguasaan diri yang akan membawa kami kepada revival demi revival dalam hidup kami. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”
Post a Comment for "Meraih Pertumbuhan Melalui Penguasaan Diri"