Tuhan adalah Perlindunganku

Tuhan adalah Perlindunganku

“Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 34-36

Kitab Mazmur mencatat perjalanan hidup Daud yang penuh dengan pergumulan. Ada masa ketika ia hidup dalam ketenangan, tetapi ada juga masa ketika ia harus melarikan diri dari Saul yang ingin membunuhnya. Daud pernah bersembunyi di gua, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan hidup dalam ketidakpastian.

Secara manusiawi, Daud memiliki banyak alasan untuk takut. Ia tidak tahu kapan musuh akan datang. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari berikutnya. Namun, di tengah situasi tersebut, Daud tidak menjadikan ketakutan sebagai pusat hidupnya. Ia mengarahkan pandangannya kepada Tuhan.

Ia berkata, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” Perhatikan bahwa Daud tidak berkata bahwa tidak ada bahaya. Bahaya itu nyata. Musuh itu nyata. Ancaman itu nyata. Tetapi Daud mengetahui bahwa Tuhan lebih besar daripada semua ancaman yang sedang dihadapinya. Inilah iman yang sejati. Iman bukan berarti kita tidak pernah menghadapi masalah. Iman berarti kita tahu kepada siapa kita berlindung ketika masalah datang.

Ketika Tuhan menjadi terang, kita tidak perlu berjalan dalam kegelapan ketakutan. Ketika Tuhan menjadi keselamatan, kita tidak perlu merasa bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung pada kekuatan kita sendiri. Ketika Tuhan menjadi benteng hidup kita, kita memiliki tempat untuk berlindung ketika dunia terasa tidak aman.

Mungkin hari ini Anda sedang menghadapi masalah yang membuat hati gelisah. Jangan biarkan keadaan menentukan ketenangan hati Anda. Ingatlah bahwa perlindungan Tuhan tidak selalu berarti Dia menghindarkan kita dari setiap masalah. Terkadang Dia memberikan kekuatan untuk melewati masalah tersebut.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Bawa ketakutan kepada Tuhan. Jangan menyimpan kecemasan sendirian. Ceritakan kepada Tuhan apa yang sedang Anda hadapi. Doa adalah tempat kita menyerahkan beban yang tidak sanggup kita pikul sendiri.

2. Jadikan firman Tuhan sebagai sumber keberanian. Ketika pikiran dipenuhi ketakutan, isi kembali hati dengan firman Tuhan. Ingatkan diri sendiri bahwa Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidup kita.

3. Tetap melangkah dengan iman. Perlindungan Tuhan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Tetap lakukan bagian Anda dengan bijaksana. Hadapi persoalan, ambil keputusan, dan jalani tanggung jawab sambil percaya bahwa Tuhan menyertai setiap langkah.

Ketika takut, datanglah kepada-Nya. Ketika lemah, bersandarlah kepada-Nya. Ketika tidak tahu harus ke mana, pandanglah kepada-Nya. Jika Tuhan adalah benteng hidup kita, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan.

Doa:

Bapa yang penuh kasih, Engkaulah terang, keselamatan, dan benteng hidup kami. Ketika kami takut dan menghadapi keadaan yang tidak pasti, ajarlah kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Berikan kami keberanian untuk menghadapi setiap persoalan, hikmat dalam mengambil keputusan, dan ketenangan ketika hati kami gelisah. Tolong kami untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi selalu mencari perlindungan dan pertolongan-Mu. Kami menyerahkan hidup, keluarga, pekerjaan, masa depan, dan segala kekhawatiran kami ke dalam tangan-Mu. Kami percaya Engkau adalah perlindungan kami, hari ini dan selamanya. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Tuhan adalah Perlindunganku"

Translate