Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketika Takut, Pandanglah Tuhan

Ketika Takut, Pandanglah Tuhan

“Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mazmur 56:4).

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 31-33

Ada sebuah kisah nyata dalam Kitab Mazmur tentang Daud yang sangat relevan ketika kita sedang takut. Mazmur 56 ditulis dalam situasi ketika Daud berada dalam tekanan besar. Ia sedang berada di tengah ancaman musuh dan hidupnya berada dalam bahaya.

Secara manusiawi, ketakutan sangatlah wajar. Daud bukanlah orang yang tidak pernah takut. Ia juga merasakan kecemasan, tekanan, dan ketidakberdayaan. Namun, di tengah ketakutan itu, Daud berkata: “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.”

Perhatikan baik-baik. Daud tidak berkata, “Aku tidak pernah takut.” Ia berkata, “Waktu aku takut.” Artinya, iman tidak selalu membuat kita terbebas dari rasa takut, tetapi iman mengajarkan kepada kita kepada siapa kita harus memandang ketika rasa takut datang.

Sering kali kita memandang masalah terlalu lama sehingga masalah terlihat jauh lebih besar daripada Tuhan. Kita melihat keadaan, ancaman, kegagalan, masa depan yang tidak pasti, kesehatan, keluarga, pekerjaan, dan berbagai persoalan hidup. Akhirnya hati menjadi gelisah. Tetapi Daud mengubah arah pandangannya. Ia tidak membiarkan ketakutan menjadi pusat perhatiannya. Ia memandang kepada Tuhan.

Ketika kita memandang Tuhan, kita diingatkan bahwa masalah kita memiliki batas, tetapi kuasa Tuhan tidak terbatas. Keadaan kita dapat berubah, tetapi kesetiaan Tuhan tidak berubah. Manusia dapat meninggalkan kita, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Akui ketakutan, tetapi jangan menyerah kepadanya. Jangan berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Katakan dengan jujur apa yang sedang kita takutkan. Tuhan tidak terkejut dengan air mata dan kegelisahan kita. Bawalah semuanya dalam doa.

2. Alihkan pandangan dari masalah kepada Tuhan. Ketika pikiran dipenuhi kekhawatiran, berhentilah sejenak dan renungkan firman Tuhan. Katakan berulang kali, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.” Biarkan firman menggantikan suara ketakutan dalam hati kita.

3. Tetap melangkah meskipun belum melihat jalan keluar. Percaya kepada Tuhan bukan berarti semua persoalan langsung selesai. Percaya berarti kita tetap berjalan karena mengetahui bahwa Tuhan menyertai setiap langkah. Keberanian bukan ketiadaan rasa takut, melainkan memilih percaya di tengah rasa takut.

Hari ini, jika ada sesuatu yang membuat hati Anda gentar, jangan hanya memandang besarnya masalah. Pandanglah kebesaran Tuhan. Ketakutan mungkin mengetuk pintu hati kita, tetapi iman mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap memegang kehidupan kita.

Doa:

Tuhan Allah yang penuh kasih, ketika kami takut, ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu. Ketika hati kami gelisah dan pikiran kami dipenuhi kekhawatiran, tolong kami untuk tidak hanya melihat besarnya masalah, tetapi memandang kebesaran-Mu. Berikan kami keberanian, ketenangan, dan iman untuk tetap melangkah. Kami percaya Engkau menyertai dan memegang hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Ketika Takut, Pandanglah Tuhan"

Translate