Melangkah Walau Masih Takut

Melangkah Walau Masih Takut

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” (Yosua 1:9).

Bacaan Alkitab Setahun: 37-39

Setelah Musa meninggal, Yosua menghadapi sebuah kenyataan besar: ia harus memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Selama bertahun-tahun Yosua berada di bawah kepemimpinan Musa. Sekarang tanggung jawab itu ada di pundaknya. Di depan mereka ada Sungai Yordan, kota-kota yang harus dihadapi, dan bangsa-bangsa yang tidak akan menyerahkan wilayahnya begitu saja.

Yosua tentu memiliki alasan untuk merasa takut. Ia tidak tahu besarnya tantangan yang menunggu. Namun, justru dalam keadaan itulah Tuhan berkata kepadanya, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

Tuhan tidak memberikan perintah itu karena Yosua tidak mungkin takut. Tuhan memberikannya karena Yosua harus tetap melangkah sekalipun ada ketakutan.

Sering kali kita berpikir bahwa kita baru bisa melangkah setelah rasa takut hilang. Kita menunggu sampai yakin, sampai semua keadaan aman, sampai semua pertanyaan terjawab. Padahal, ada saatnya Tuhan meminta kita melangkah terlebih dahulu dengan iman.

Keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian adalah memilih untuk taat kepada Tuhan meskipun hati masih merasa takut.

Yang paling menguatkan dari perkataan Tuhan kepada Yosua bukan hanya perintah untuk menjadi kuat, tetapi janji-Nya: “TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” Yosua tidak berjalan sendirian. Demikian juga kita.

Mungkin hari ini Anda sedang menghadapi langkah baru. Anda takut memulai usaha, mengambil keputusan, menghadapi masalah keluarga, menjalani tanggung jawab baru, atau memasuki masa depan yang belum jelas. Jangan biarkan ketakutan menghentikan langkah Anda ketika Tuhan sudah menunjukkan jalan.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Berhenti menunggu sampai rasa takut hilang. Akui bahwa Anda takut, tetapi jangan biarkan ketakutan mengendalikan keputusan. Berdoalah dan lakukan langkah yang benar meskipun hati belum sepenuhnya tenang.

2. Fokus pada penyertaan Tuhan. Jangan hanya menghitung besarnya tantangan. Ingatlah siapa yang berjalan bersama Anda. Masalah mungkin besar, tetapi Tuhan jauh lebih besar.

3. Ambil satu langkah iman hari ini. Anda tidak harus mengetahui seluruh perjalanan. Tanyakan, “Apa langkah benar yang Tuhan ingin saya lakukan hari ini?” Kemudian lakukan dengan setia.

Saudaraku, mungkin Anda belum merasa berani. Tidak apa-apa. Melangkahlah sambil membawa rasa takut itu kepada Tuhan. Keberanian bukan menunggu sampai kita merasa kuat, tetapi percaya bahwa Tuhan menyertai kita ketika kita melangkah. Jangan biarkan ketakutan menentukan masa depan Anda. Jika Tuhan menyertai, Anda memiliki alasan untuk maju.

Doa:

Tuhan Allah yang penuh kasih, kami mengakui bahwa sering kali kami takut menghadapi masa depan. Kami takut gagal, takut mengambil keputusan yang salah, dan takut menghadapi sesuatu yang belum kami ketahui. Hari ini, ajarlah kami seperti Yosua untuk menguatkan hati dan tetap melangkah dalam iman. Tolong kami untuk tidak dikuasai ketakutan, tetapi berpegang pada janji bahwa Engkau selalu menyertai kami. Berikan kami keberanian untuk mengambil langkah yang benar, hikmat dalam setiap keputusan, dan iman ketika jalan di depan belum jelas. Kami percaya bahwa kami tidak berjalan sendirian. Ke mana pun kami pergi, Engkau menyertai kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Melangkah Walau Masih Takut"

Translate