Menang atas Kekhawatiran
Menang atas
Kekhawatiran
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 9-16
Salah satu kisah keluarga yang menarik dalam Perjanjian Baru adalah keluarga Maria, Marta, dan Lazarus di Betania. Ketika Lazarus sakit keras, kedua saudarinya tentu diliputi kekhawatiran. Mereka bahkan mengirim kabar kepada Yesus dengan harapan Ia segera datang untuk menyembuhkan Lazarus. Namun yang terjadi justru di luar dugaan. Yesus tidak langsung datang, dan Lazarus akhirnya meninggal dunia (Yohanes 11:1-44).
Bayangkan perasaan Maria dan Marta saat itu. Mereka mungkin bertanya-tanya, "Mengapa Tuhan terlambat?" atau "Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi?" Kekhawatiran mereka berubah menjadi dukacita yang mendalam. Namun, ketika Yesus datang, Ia menunjukkan bahwa kuasa-Nya tidak dibatasi oleh keadaan yang tampak mustahil.
Di hadapan banyak orang, Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian. Peristiwa itu mengajarkan bahwa ketika manusia melihat jalan buntu, Tuhan masih memiliki rencana yang lebih besar. Kekhawatiran sering kali membuat kita hanya melihat masalah, sedangkan iman menolong kita melihat Tuhan yang berdaulat atas masalah.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang hidup dalam kekhawatiran. Ada yang khawatir tentang pekerjaan, kesehatan, pendidikan anak, masa depan keluarga, atau kondisi keuangan. Kekhawatiran yang berlebihan dapat menguras energi, menghilangkan sukacita, bahkan melemahkan iman. Karena itu, Yesus mengajarkan agar kita tidak memikul beban hari esok sebelum waktunya. Tuhan memanggil kita untuk hidup dengan iman hari demi hari.
Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Belajar menyerahkan setiap beban kepada Tuhan dalam doa. Ketika pikiran mulai dipenuhi
kekhawatiran, bawalah semuanya kepada Tuhan. Jangan hanya memikirkan masalah,
tetapi juga mendoakannya. Doa mengingatkan kita bahwa ada Allah yang sanggup
menolong dan bekerja melampaui kemampuan kita.
2. Fokus pada
penyertaan Tuhan hari ini. Sering kali kita cemas karena memikirkan hal-hal yang
belum tentu terjadi. Yesus mengajarkan agar kita menjalani satu hari pada satu
waktu. Syukuri berkat yang Tuhan berikan hari ini dan kerjakan tanggung jawab
yang ada di depan mata.
3. Mengingat kembali kesetiaan Tuhan di masa lalu. Saat kekhawatiran datang, ingatlah bagaimana Tuhan pernah menolong kita sebelumnya. Kesetiaan Tuhan pada masa lalu menjadi dasar keyakinan bahwa Ia juga akan memelihara kita pada masa sekarang dan masa depan.
Saudara, kekhawatiran tidak akan menambah satu hari pun dalam hidup kita, tetapi iman kepada Tuhan akan memberi kekuatan untuk menjalani setiap hari dengan damai sejahtera. Tuhan yang memelihara Maria, Marta, dan Lazarus adalah Tuhan yang sama yang memelihara hidup kita hari ini.
Doa:
Tuhan Allah yang penuh kasih, kami mengakui bahwa sering kali hati kami dipenuhi kekhawatiran tentang masa depan. Ampunilah kami ketika kami lebih fokus pada masalah daripada kepada-Mu. Ajarlah kami untuk percaya kepada pemeliharaan-Mu setiap hari. Berikan damai sejahtera dalam hati kami, kekuatan untuk menjalani tanggung jawab hari ini, dan iman untuk menyerahkan hari esok ke dalam tangan-Mu. Kami percaya bahwa Engkau sanggup melakukan yang terbaik bagi hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.🙏
.png)
Post a Comment for "Menang atas Kekhawatiran"