Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Take And Give

Take And Give

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6:38).

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 25-27

Pada abad pertama, gereja mula-mula mengalami tekanan dan penganiayaan yang sangat berat. Dalam catatan sejarah gereja dan kitab Kisah Para Rasul, banyak orang percaya kehilangan pekerjaan, rumah, bahkan keluarga karena iman mereka kepada Kristus. Namun ada satu hal yang membuat gereja tetap hidup dan bertumbuh: mereka saling memberi.

Salah satu kisah yang terkenal adalah tentang jemaat di Antiokhia. Ketika terjadi kelaparan besar pada zaman pemerintahan Kaisar Claudius, jemaat Antiokhia tidak menutup mata terhadap penderitaan saudara-saudara seiman di Yudea. Walaupun mereka sendiri bukan jemaat kaya, mereka mengumpulkan bantuan dan mengirimkannya melalui Barnabas dan Saulus (Kisah Para Rasul 11:27–30). Gereja mula-mula memahami satu prinsip rohani: tangan yang terbuka untuk memberi tidak akan pernah dibiarkan kosong oleh Tuhan.

Yesus dalam Lukas 6:38 mengajarkan prinsip kerajaan Allah yang sering bertolak belakang dengan logika dunia. Dunia berkata, “Simpan sebanyak mungkin supaya aman.” Tetapi Kristus berkata, “Berilah, maka kamu akan diberi.” Ini bukan sekadar berbicara tentang uang, tetapi juga kasih, perhatian, pengampunan, waktu, pertolongan, bahkan doa.

Memberi bukan membuat kita miskin. Memberi justru melatih hati kita percaya bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu. Orang yang hanya ingin menerima biasanya hidup dalam ketakutan kehilangan. Sebaliknya, orang yang belajar memberi hidup dalam iman dan sukacita.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat kita lakukan, yaitu:

Pertama, belajar memberi dengan tulus, bukan karena terpaksa. Tuhan tidak melihat besar kecilnya pemberian, tetapi motivasi hati. Mulailah memberi dengan sukacita, entah kepada keluarga, gereja, teman, atau orang yang membutuhkan. Kadang satu tindakan kecil dapat menjadi jawaban doa bagi seseorang.

Kedua, berikan waktu dan perhatian kepada orang lain. Di zaman sekarang, banyak orang kaya materi tetapi miskin perhatian. Mendengarkan seseorang yang sedang terluka, menghibur teman yang kecewa, atau menemani anggota keluarga berbicara bisa menjadi bentuk pemberian yang sangat berharga.

Ketiga, jadilah saluran berkat, bukan penahan berkat. Air yang mengalir tetap jernih, tetapi air yang tertahan menjadi keruh. Tuhan memberkati kita bukan hanya supaya kita menikmati berkat itu sendiri, tetapi supaya melalui hidup kita orang lain dapat merasakan kasih Kristus.

Ketika kita memberi, sebenarnya kita sedang menabur benih rohani. Tuhan sanggup mengembalikan dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan. Kadang bukan dalam bentuk materi, tetapi damai sejahtera, pertolongan Tuhan, kesehatan, relasi yang dipulihkan, dan sukacita yang tidak bisa dibeli dunia.

Doa:

Tuhan Allah yang penuh kasih, ajar kami memiliki hati yang murah dan penuh kasih. Jauhkan kami dari sikap egois dan takut kehilangan. Biarlah hidup kami menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Tolong kami untuk setia memberi, menolong, dan mengasihi dengan tulus seperti Engkau telah lebih dahulu memberi hidup-Mu bagi kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

 

Post a Comment for "Take And Give"

Translate