Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Taat Pada Perintah Kristus

Taat Pada Perintah Kristus

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19).

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 35-36

Pada abad pertama, gereja mula-mula hidup di tengah ancaman besar dari kekaisaran Romawi. Salah satu kisah yang terkenal adalah keberanian para murid setelah pencurahan Roh Kudus di Yerusalem. Petrus, yang sebelumnya pernah menyangkal Yesus, berubah menjadi pemberita Injil yang berani. Dalam Kisah Para Rasul dicatat bahwa walaupun mereka diancam, dipenjara, bahkan dianiaya, para rasul tetap memberitakan Kristus ke berbagai daerah.

Sejarah gereja mencatat bahwa Injil akhirnya menyebar dari Yerusalem sampai ke Asia Kecil, Yunani, bahkan Roma. Mengapa mereka tetap setia? Karena mereka memahami bahwa Amanat Agung bukan sekadar saran, melainkan perintah langsung dari Kristus yang bangkit.

Matius 28:19 memperlihatkan inti panggilan orang percaya: pergi, menjadikan murid, dan membaptis. Kata “pergilah” menunjukkan tindakan aktif. Kekristenan bukan iman yang pasif atau hanya berhenti di bangku gereja setiap hari Minggu. Kristus memanggil umat-Nya untuk menjadi saksi di mana pun berada.

John Stott pernah menegaskan bahwa gereja yang tidak menginjili sebenarnya sedang menyangkal identitasnya sendiri sebagai tubuh Kristus. Injil tidak dimaksudkan untuk disimpan seperti file rahasia di folder laptop rohani kita. Injil harus dibagikan.

Ketaatan kepada Kristus sering kali menuntut keberanian. Tidak semua orang nyaman berbicara tentang iman di tengah dunia yang semakin sekuler. Namun perintah Kristus tetap relevan. Dunia membutuhkan terang Injil, dan Tuhan memakai orang percaya sebagai alat-Nya. Menariknya, Yesus tidak memerintahkan murid-murid untuk pergi dengan kekuatan sendiri. Dalam ayat selanjutnya, Kristus memberikan janji penyertaan-Nya sampai akhir zaman. Jadi, Amanat Agung datang sepaket dengan kehadiran Tuhan. Literally divine backup.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat kita lakukan, yaitu:

Pertama, mulailah bersaksi dari lingkungan terdekat. Ceritakan kasih Kristus kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja melalui perkataan dan sikap hidup yang mencerminkan karakter Yesus.

Kedua, hiduplah sebagai murid yang memberi teladan. Menjadi saksi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang integritas, kasih, pengampunan, dan kehidupan yang berbeda dari dunia.

Ketiga, dukung pelayanan penginjilan dan misi. Tidak semua orang dipanggil pergi ke bangsa lain, tetapi semua orang percaya dapat terlibat melalui doa, dukungan dana, dan pelayanan aktif di gereja.

Ketaatan kepada Kristus mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu bernilai kekal. Dunia boleh berubah, teknologi boleh berkembang, generasi boleh berganti, tetapi Amanat Agung tetap menjadi mandat surgawi bagi gereja Tuhan hari ini.

Doa:

Tuhan Allah yang penuh kasih, ajar kami untuk taat kepada perintah-Mu. Berikan keberanian untuk menjadi saksi-Mu di mana pun kami berada. Tolong kami agar hidup kami memuliakan nama-Mu dan membawa orang lain mengenal kasih-Mu. Pakailah hidup kami menjadi alat bagi pekerjaan-Mu di dunia ini. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Taat Pada Perintah Kristus"

Translate