Dipanggil Untuk Mengikuti Kristus
Dipanggil Untuk
Mengikuti Kristus
“Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan kamu penjala manusia.’ Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia” (Markus 1:17–18).
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 28-30
Seorang penginjil tua pernah menceritakan kisah hidupnya. Sebelum mengenal Kristus, ia hanyalah seorang nelayan sederhana di sebuah desa pesisir. Hidupnya dipenuhi kemarahan, kebiasaan mabuk, dan pertengkaran keluarga. Suatu hari, ia menghadiri kebaktian kecil di rumah seorang jemaat. Firman Tuhan malam itu sederhana: “Mari, ikutlah Aku.”
Kalimat itu terus terngiang dalam pikirannya. Ia berkata bahwa malam itu bukan hanya telinganya yang mendengar, tetapi hatinya dipanggil oleh Kristus. Sejak hari itu hidupnya berubah. Ia mulai meninggalkan kebiasaan lamanya, belajar berdoa, membaca Alkitab, dan akhirnya dipakai Tuhan untuk membawa banyak orang datang kepada Kristus. Ia berkata, “Ketika saya mengikuti Yesus, saya tidak kehilangan hidup saya. Saya justru menemukan tujuan hidup yang sebenarnya.”
Markus 1:17 adalah panggilan Yesus kepada Simon dan Andreas. Menariknya, Yesus tidak hanya berkata, “Percayalah kepada-Ku,” tetapi “Ikutlah Aku.” Kekristenan bukan sekadar agama tentang pengetahuan, melainkan perjalanan hidup bersama Kristus. Mengikuti Kristus berarti menyerahkan arah hidup kita kepada-Nya.
Yesus juga berkata bahwa Ia akan menjadikan mereka “penjala manusia.” Artinya, setiap orang yang sungguh mengikuti Kristus akan diubahkan menjadi alat Tuhan untuk membawa orang lain kepada keselamatan. Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna. Ia memanggil orang biasa yang mau taat. Para murid hanyalah nelayan, tetapi di tangan Kristus mereka dipakai untuk mengguncang dunia. Plot twist kerajaan Allah memang sering begitu: Tuhan memakai orang sederhana untuk pekerjaan luar biasa.
Ada tiga aplikasi praktis yang dapat kita lakukan, yaitu:
Pertama,
belajar mendengar suara Tuhan setiap hari. Dunia terlalu bising dengan media
sosial, ambisi, dan kesibukan. Orang percaya perlu menyediakan waktu untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan agar dapat mengenali kehendak Kristus dalam hidupnya.
Kedua,
tinggalkan hal-hal yang menghambat pertumbuhan rohani. Para murid meninggalkan
jala mereka. Hari ini mungkin bukan jalan secara harfiah, tetapi dosa, kompromi,
kepahitan, atau kenyamanan yang membuat kita jauh dari Tuhan.
Ketiga, mulailah menjadi saksi Kristus. Penginjilan tidak selalu harus berkhotbah di mimbar. Sikap hidup, perkataan, perhatian kepada sesama, bahkan pesan sederhana yang menguatkan dapat menjadi jalan seseorang mengenal Yesus.
Mengikuti Kristus memang membutuhkan pengorbanan, tetapi tidak pernah sia-sia. Ketika kita berjalan bersama-Nya, hidup kita memperoleh arah, tujuan, dan pengharapan kekal.
Doa:
Tuhan Allah yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau masih memanggil kami untuk mengikuti-Mu. Tolong kami agar memiliki hati yang taat dan rela meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi hubungan kami dengan-Mu. Bentuklah hidup kami menjadi alat kemuliaan-Mu dan pakailah kami untuk membawa jiwa-jiwa kepada keselamatan di dalam Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏
.png)
Post a Comment for "Dipanggil Untuk Mengikuti Kristus"