Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menyerahkan Hari-Hari Kita Ke Tangan Tuhan

Menyerahkan Hari-Hari Kita Ke Tangan Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema menyerahkan hari-hari kita ke tangan Tuhan, diambil dari kitab Mazmur. Demikianlah sabda Tuhan, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mazmur 37:5).

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 4-7

Pada suatu masa, ada seorang pengusaha kecil yang hampir menutup usahanya. Bertahun-tahun ia bekerja keras, tetapi krisis datang tanpa aba-aba. Setiap malam ia memikirkan utang, karyawan, dan masa depan keluarganya. Suatu hari, karena lelah secara fisik dan mental, ia berhenti sejenak, menutup buku keuangan, lalu berdoa dengan kalimat sederhana: “Tuhan, aku sudah mencoba segalanya. Sekarang aku serahkan semuanya kepada-Mu.”

Ia tidak langsung menjadi kaya, tetapi perlahan Tuhan membuka jalan: ada mitra baru, ada ide segar, dan yang terpenting, ada damai sejahtera di hatinya. Hidupnya tidak lagi digerakkan oleh panik, melainkan oleh iman.

Mazmur 37:5 mengajarkan sebuah prinsip rohani yang sederhana namun radikal: menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Kata “serahkanlah” di sini bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan memindahkan pusat kendali hidup dari tangan kita ke tangan Tuhan. Kita tetap bekerja, merencanakan, dan berjuang, tetapi arah, hasil, dan waktunya kita percayakan kepada-Nya. Inilah iman yang aktif, iman yang melangkah sambil bersandar.

Sering kali yang membuat kita gelisah bukanlah masalah itu sendiri, melainkan keinginan untuk mengontrol segalanya. Kita ingin kepastian instan, jawaban cepat, dan hasil sesuai skenario kita. Namun firman Tuhan mengingatkan: ketika hidup diserahkan kepada-Nya, “Ia akan bertindak.” Tuhan bekerja bukan hanya pada situasi luar, tetapi juga di dalam hati kita, membentuk kesabaran, keteguhan, dan pengharapan yang tidak bergantung pada keadaan.

Menyerahkan hari-hari kita kepada Tuhan berarti memulai pagi dengan doa, menjalani siang dengan ketaatan, dan menutup malam dengan ucapan syukur. Itu berarti membawa keputusan besar maupun hal-hal kecil ke hadapan-Nya. Dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, dan rencana masa depan, kita belajar berkata: “Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang jadi.” Di sanalah kita menemukan kebebasan sejati, bebas dari beban yang tidak sanggup kita pikul sendiri.

Ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, kita tidak kehilangan apa pun yang berharga. Sebaliknya, kita menemukan bahwa tangan Tuhan jauh lebih kuat, bijaksana, dan penuh kasih daripada tangan kita sendiri. Ia setia memimpin langkah demi langkah, tepat pada waktunya.

Doa
Tuhan yang setia, kami datang dengan segala rencana, beban, dan kekhawatiran kami. Ajari kami untuk menyerahkan hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan-Mu dan percaya bahwa Engkau bekerja dalam segala sesuatu.
Pimpin setiap langkah kami hari demi hari, dan berikan kami hati yang taat serta penuh iman. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

 


Post a Comment for "Menyerahkan Hari-Hari Kita Ke Tangan Tuhan"

Translate