Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hidup Yang Berakar Dalam Firman Tuhan

Hidup yang Berakar dalam Firman Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hidup yang berakar dalam firman Tuhan, diambil dari kitab Mazmur. Demikianlah sabda firman Allah, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mazmur 1:1-3).

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-18

Beberapa tahun lalu, sebuah daerah mengalami musim kemarau panjang. Banyak tanaman mengering dan mati. Namun ada satu kebun kecil yang tetap hijau. Ketika diteliti, ternyata kebun itu berada dekat sumber mata air bawah tanah. Akar-akar pohonnya menembus jauh ke dalam tanah, menemukan sumber kehidupan yang tidak terlihat di permukaan. Di saat tanaman lain bergantung pada hujan yang tak kunjung datang, kebun itu tetap hidup karena akarnya tertanam di sumber yang benar.

Mazmur 1 menggambarkan kehidupan orang benar dengan ilustrasi yang sangat kuat: pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pemazmur tidak berbicara tentang pohon liar yang tumbuh sembarangan, tetapi pohon yang ditanam ada maksud, ada perencanaan, dan ada lokasi yang tepat. Lokasi itu adalah “tepi aliran air”, gambaran tentang Firman Tuhan sebagai sumber kehidupan yang terus mengalir.

Pemazmur memulai dengan sebuah kontras. Hidup yang diberkati bukanlah hidup yang mengikuti arus nasihat dunia, apalagi pola hidup yang menormalisasi dosa dan sikap mencemooh kebenaran. Ada progresi yang jelas: berjalan, berdiri, lalu duduk. Ini menunjukkan bagaimana kompromi kecil terhadap nilai kebenaran dapat perlahan-lahan mengikat seseorang dalam gaya hidup yang menjauh dari Tuhan.

Sebaliknya, orang yang berbahagia adalah mereka yang menjadikan Firman Tuhan sebagai kesukaannya. Firman bukan sekadar dibaca sebagai rutinitas rohani, tetapi direnungkan, dipikirkan, dihayati, dan dijadikan dasar pengambilan keputusan waktu siang dan malam. Inilah akar rohani yang menembus jauh ke dalam kehidupan sehari-hari.

Hasilnya bukan sekadar kesalehan batiniah, tetapi kehidupan yang berbuah. Buah muncul “pada musimnya”, artinya Tuhan bekerja dengan waktu-Nya, bukan dengan tuntutan instan manusia. Daunnya tidak layu, ini berbicara tentang ketahanan iman di tengah tekanan, krisis, dan perubahan zaman. Keberhasilan yang dimaksud pemazmur bukan semata-mata materi, melainkan hidup yang selaras dengan kehendak Allah.

Renungan ini mengajak kita bertanya dengan jujur: di mana akar hidup kita tertanam? Apakah pada opini manusia yang berubah-ubah, atau pada Firman Tuhan yang kekal? Hidup yang berakar dalam Firman mungkin tidak selalu terlihat spektakuler, tetapi pasti kokoh, stabil, dan berbuah pada waktunya.

Doa
Tuhan Allah yang penuh kasih, ajar kami untuk menanamkan hidup kami dalam Firman-Mu. Jauhkan kami dari nasihat yang menjauhkan hati kami dari kebenaran-Mu. Berikan kami kerinduan yang mendalam untuk merenungkan Firman-Mu setiap hari. Biarlah hidup kami bertumbuh, berbuah, dan memuliakan nama-Mu, di segala musim kehidupan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
🙏

 

#renungankristen

 

Post a Comment for "Hidup Yang Berakar Dalam Firman Tuhan"

Translate