Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Evaluasi Hidup Dalam Terang Firman

Evaluasi Hidup dalam Terang Firman ~ Landasan firman Tuhan untuk tema evaluasi hidup dalam terang firman Tuhan, diambil dari kitab Mazmur. Demikianlah sabda Tuhan, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; dan lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal (Mazmur 139:23-24).

Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 19-20

Pada awal tahun ajaran, seorang dosen senior pernah menceritakan kebiasaannya yang unik. Setiap akhir semester, ia tidak langsung menilai mahasiswa, tetapi terlebih dahulu membuka kembali catatan mengajarnya sendiri. Ia bertanya: Apakah aku sudah mengajar dengan jujur? Apakah aku hadir sepenuh hati, atau sekadar menyelesaikan kewajiban?

Evaluasi diri itu sering lebih berat daripada menilai orang lain, tetapi justru di situlah kualitas seorang pendidik diuji. Kisah sederhana ini mencerminkan prinsip rohani yang dalam: hidup yang sehat selalu membutuhkan evaluasi, dan evaluasi terbaik terjadi ketika kita berdiri di hadapan terang firman Tuhan.

Mazmur 139:23–24 adalah doa reflektif yang lahir dari kesadaran bahwa Allah mengenal manusia secara total bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi juga motif terdalam hati. Pemazmur tidak meminta Tuhan menilai orang lain, melainkan memeriksa dirinya sendiri. Kata “selidikilah” dan “ujilah” menunjukkan keterbukaan radikal: sebuah penyerahan diri agar Allah menjadi standar kebenaran, bukan ego atau pembenaran pribadi.

Evaluasi hidup dalam terang firman berarti mengizinkan Tuhan mengungkap apa yang sering kita sembunyikan. Firman Allah berfungsi seperti cermin rohani: ia tidak sekadar menunjukkan permukaan, tetapi juga retakan halus yang tak terlihat oleh mata biasa. Dalam terang firman, kita belajar membedakan antara kesibukan dan ketaatan, antara keberhasilan eksternal dan kesetiaan batin. Jalan yang “serong” sering kali bukan kejatuhan besar, melainkan penyimpangan kecil yang dibiarkan berulang-ulang.

Namun doa ini tidak berhenti pada pengakuan dosa. Pemazmur menutup dengan permohonan yang penuh pengharapan: “tuntunlah aku di jalan yang kekal.” Evaluasi ilahi selalu bersifat restoratif, bukan destruktif. Tuhan menyingkapkan yang salah bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk membimbing kembali. Jalan kekal menunjuk pada hidup yang selaras dengan kehendak Allah, hidup yang berorientasi bukan hanya pada hari ini, tetapi pada nilai-nilai yang bertahan sampai kekekalan.

Bagi orang percaya masa kini, doa Mazmur 139:23–24 menantang kita untuk menjadikan refleksi rohani sebagai disiplin hidup. Di tengah dunia yang gemar menilai dari luar, Tuhan mengundang kita masuk ke ruang sunyi evaluasi batin. Di sanalah pertumbuhan sejati dimulai ketika kita berani berkata: “Tuhan, periksalah aku.”

Doa:
Tuhan Allah, kami datang dengan hati terbuka di hadapan-Mu. Selidikilah kami, kenallah pikiran dan motivasi kami yang tersembunyi. Tunjukkan jika ada jalan yang tidak berkenan kepada-Mu, dan berikan keberanian untuk bertobat. Tuntunlah kami di jalan yang kekal, agar hidup kami semakin serupa dengan kehendak-Mu.
Dalam terang firman-Mu kami ingin terus diperbarui. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa, Amin.🙏

Post a Comment for "Evaluasi Hidup Dalam Terang Firman"

Translate