Mengandalkan Tuhan Di Tengah Kesulitan
MENGANDALKAN TUHAN DI TENGAH KESULITAN ~ Landasan firman Tuhan untuk tema mengandalkan Tuhan di tengah kesulitan, diambil dari kitab Mazmur. Demikian sabda Tuhan, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (Mazmur 46:2, TB).
Hidup manusia tidak lepas dari berbagai tantangan, penderitaan, dan kesulitan. Namun, dalam setiap badai kehidupan, orang percaya memiliki kepastian bahwa Tuhan adalah perlindungan dan sumber kekuatan mereka. Mazmur 46 mengajarkan bagaimana kita harus mengandalkan Tuhan di tengah kesulitan dan percaya pada kuasa-Nya yang tak tergoyahkan. Dalam materi ini, kita akan membahas tiga aspek utama dari ketergantungan kita kepada Tuhan berdasarkan Mazmur 46:1-12.
Satu, Tuhan Sebagai Perlindungan dan Kekuatan.
“Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya” (Mazmur 46:3-4, TB).
Makna Perlindungan Tuhan
Pemazmur mengajarkan bahwa Allah adalah tempat perlindungan yang aman di tengah gejolak dunia. Bencana alam, krisis ekonomi, dan berbagai ujian hidup tidak dapat menggoyahkan mereka yang berlindung kepada Tuhan.
Charles Spurgeon berkata, “Tuhan adalah perlindungan sejati bagi umat-Nya. Dia tidak hanya memberi perlindungan, tetapi Dia sendiri adalah tempat perlindungan itu”. Artinya, kehadiran Allah sendiri merupakan jaminan bahwa kita aman di dalam tangan-Nya.
Aplikasi dalam Kehidupan
1. Mengandalkan Tuhan berarti tidak panik
atau takut ketika kesulitan datang.
2. Doa dan firman Tuhan menjadi benteng
perlindungan di saat kita merasa lemah.
3. Memercayai bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita di tengah badai kehidupan.
Dua, Tuhan Hadir di Tengah Umat-Nya.
“Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi” (Mazmur 46:6, TB).
Makna Kehadiran Tuhan
Kota Sion melambangkan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak jauh, tetapi dekat dengan umat-Nya, bahkan dalam penderitaan.
John Calvin menulis, “Kehadiran Allah adalah jaminan kemenangan bagi umat-Nya. Tidak peduli seberapa besar musuh menyerang, selama Tuhan ada di tengah kita, kita tidak akan tergoyahkan”. Ini mengajarkan bahwa kehadiran Tuhan memberikan keamanan yang sejati.
Aplikasi dalam Kehidupan
1. Jangan merasa sendirian dalam kesulitan,
karena Tuhan ada di pihak kita.
2. Beribadah dan membaca firman Tuhan
memperkuat iman kita terhadap kehadiran-Nya.
3. Percaya bahwa di tengah pergumulan, Tuhan bekerja mendatangkan kebaikan (Roma 8:28).
Tiga, Tuhan Adalah Raja yang Berdaulat.
“Berhentilah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:11, TB).
Makna Kedaulatan Tuhan
Allah memegang kendali penuh atas sejarah dan kehidupan umat manusia. Dia memimpin umat-Nya menuju kemenangan dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.
A.W. Tozer menulis, “Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Segala sesuatu terjadi dalam batasan yang telah Dia tetapkan, dan tujuan-Nya akan tergenapi”. Ini berarti bahwa dalam setiap kesulitan, kita dapat mempercayakan hidup kita kepada Tuhan yang berdaulat.
Aplikasi dalam Kehidupan
1. Jangan berusaha mengontrol segala
sesuatu, serahkan kepada Tuhan.
2. Miliki ketenangan dan percaya bahwa
rencana Tuhan selalu yang terbaik.
3. Bersyukur dalam segala keadaan karena Tuhan tetap berkuasa dan memelihara umat-Nya.
Mazmur
46 mengajarkan bahwa di tengah kesulitan, kita harus mengandalkan Tuhan karena:
1. Dia adalah perlindungan dan kekuatan
kita – kita tidak perlu takut.
2. Dia hadir di tengah umat-Nya – kita
tidak pernah sendirian.
3. Dia adalah Raja yang berdaulat – kita bisa percaya pada rencana-Nya.
Ketika kita menghadapi tantangan hidup, marilah kita tetap beriman dan berserah penuh kepada Tuhan, karena Dialah satu-satunya tempat perlindungan sejati yang tidak akan pernah mengecewakan. Amin.
Post a Comment for "Mengandalkan Tuhan Di Tengah Kesulitan"