Bersyukur Itu Bukan Hanya Untuk Hal Baik Saja
Bersyukur itu bukan hanya untuk hal baik saja ~ Dalam kehidupan, kita sering menghadapi berbagai situasi, baik yang menyenangkan maupun yang sulit. Namun, sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk selalu mengucap syukur dalam segala keadaan. Rasul Paulus menegaskan dalam 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18, TB).
Ayat itu mengajarkan bahwa mengucap syukur bukan hanya ketika keadaan baik, tetapi juga dalam segala situasi, termasuk dalam kesulitan. Artikel ini akan membahas tiga aspek utama dari bersyukur dalam segala hal: (1) Pengertian mengucap syukur dalam segala hal berdasarkan 1 Tesalonika 5:18, (2) Mengapa kita harus bersyukur dalam segala hal, dan (3) Bagaimana kita dapat bersyukur dalam segala hal.
Satu, Apa Itu Mengucap Syukur dalam Segala Hal
Berdasarkan 1 Tesalonika 5:18?
Mengucap syukur dalam segala hal berarti memiliki sikap hati yang senantiasa berterima kasih kepada Tuhan, baik dalam keadaan senang maupun sulit. Kata “segala hal” menunjukkan bahwa tidak ada situasi yang dikecualikan dari perintah ini.
Menurut John MacArthur, seorang teolog dan pengajar Alkitab terkenal, “Bersyukur bukanlah sekadar reaksi emosional terhadap keadaan yang baik, tetapi sebuah tindakan iman yang mempercayai kebaikan dan kedaulatan Tuhan dalam segala sesuatu.”
Dalam konteks ayat ini, Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika yang menghadapi penganiayaan dan penderitaan. Namun, ia tetap mendorong mereka untuk bersyukur. Hal ini menunjukkan bahwa ucapan syukur bukan tergantung pada keadaan eksternal, tetapi merupakan ekspresi dari iman yang kuat kepada Tuhan.
Beberapa
contoh dalam Alkitab menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh iman mengucap syukur
dalam keadaan sulit:
Ayub: Setelah kehilangan harta, keluarga, dan kesehatannya, ia
tetap berkata, "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama
TUHAN!" (Ayub 1:21)
Daud: Dalam banyak mazmurnya, Daud tetap memuji Tuhan meskipun
menghadapi penganiayaan dan kesulitan (Mazmur 34:2-4).
Paulus dan Silas: Dalam Kisah Para Rasul 16:25, mereka menyanyikan pujian kepada Tuhan meskipun dipenjara.
Dua, Mengapa Kita Harus Bersyukur dalam Segala
Hal Berdasarkan 1 Tesalonika 5:18?
Karena Itu Kehendak Allah
1 Tesalonika 5:18 menegaskan bahwa mengucap syukur adalah kehendak Allah bagi setiap orang percaya. Ketika kita taat kepada kehendak Allah, kita hidup dalam perkenanan-Nya.
Teolog Charles Spurgeon berkata, “Ketika kita bersyukur, kita menempatkan diri kita dalam kehendak Tuhan, yang selalu baik, sempurna, dan menyenangkan.”
Karena Mengucap Syukur Menghasilkan Damai
Sejahtera
Filipi
4:6-7 menyatakan bahwa ketika kita bersyukur dalam doa, damai sejahtera Allah
akan memelihara hati dan pikiran kita. Ucapan syukur menghindarkan kita dari
kekhawatiran dan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan.
Karena Mengucap Syukur Menguatkan Iman
Bersyukur dalam kesulitan membantu kita mengingat bahwa Tuhan tetap memegang kendali. Dalam Roma 8:28, Paulus mengingatkan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
Tiga, Bagaimana Kita Bersyukur dalam Segala Hal Berdasarkan 1 Tesalonika 5:18?
Melihat Segala Sesuatu dari Perspektif Allah
Kita perlu memiliki pandangan iman bahwa Tuhan dapat menggunakan setiap keadaan untuk membentuk kita. Seperti yang dikatakan A.W. Tozer, “Rasa syukur yang sejati lahir dari hati yang percaya bahwa Allah berdaulat dalam segala hal.”
Mengembangkan Kebiasaan Bersyukur
Bersyukur
bukan hanya sikap hati, tetapi juga kebiasaan yang harus dilatih. Berikut
beberapa cara praktis:
Berdoa dengan Ucapan Syukur: Filipi 4:6 menekankan pentingnya berdoa
dengan ucapan syukur.
Menulis Jurnal Ucapan Syukur: Mencatat berkat Tuhan setiap hari dapat
membantu kita tetap bersyukur.
Mengungkapkan Syukur dalam Ucapan dan Perbuatan: Kolose 3:17 mengajarkan bahwa kita harus melakukan segala sesuatu dengan hati yang bersyukur.
Mengandalkan Roh Kudus
Mengucap syukur dalam segala hal bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan dengan kekuatan sendiri. Efesus 5:18-20 mengajarkan bahwa Roh Kudus membantu kita untuk senantiasa bersyukur.
Bersyukur dalam segala hal adalah panggilan bagi setiap orang percaya. 1 Tesalonika 5:18 mengajarkan bahwa mengucap syukur adalah kehendak Allah, membawa damai sejahtera, dan menguatkan iman kita. Dengan memahami makna ucapan syukur, menyadari alasan kita harus bersyukur, dan menerapkan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat hidup dalam kemenangan rohani yang sejati.
Sebagai orang percaya, marilah kita terus melatih hati yang bersyukur, baik dalam suka maupun duka, karena kita tahu bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Post a Comment for "Bersyukur Itu Bukan Hanya Untuk Hal Baik Saja"