Mengusahakan Pasive Income Yang Bernilai Kekal Part 1 - Khotbah Kristen
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengusahakan Pasive Income Yang Bernilai Kekal Part 1

Mengusahakan pasive income yang bernilai kekal ~ Landasan firman Tuhan untuk tema mengusahakan pasive income yang bernilai kekal, diambil dari kitab Yeremia 29:7 dan Mazmur 5:12-13. Firman Tuhan menegaskan demikian : “Jika engkau melihat berkat hanya dalam bentuk uang tiban saja (tanpa bekerja) maka engkau akan sulit melihat kemurahan dan keajaiban hati BAPA dalam melihara anak-anakNya. Sebab BAPA yang memelihara anak anakNya itu juga bekerja sampai hari ini (Yohanes 5:17),” nasehatku pada seorang teman yang lagi bingung akan tawaran seminar dan investasi untuk cepat menjadi kaya. Mencari (mengusahakan) income dalam bentuk passive income itu perlu apalagi dimasa masa seperti sekarang ini, tetapi jangan sampai hal itu mengikis kehebatan kita sebagai makhlu ciptaan Tuhan yang mulia dan tangguh dalam menghasilkan active income. Bekerja untuk mendatangkan income adalah keharusan... sampai tubuh kita tak mampu lagi. Karena untuk itulah manusia diciptakan Allah, diciptakan sebagai homo faber, makhluk pekerja yang bertanggung jawab untuk mengolah hidup dan kehidupan. (Kejadian 1:28).
Karena itu lupakan babi ngepet atau sekedar menghafal Mazmur 127:2 tanpa menyertakan bagian yang tetap harus kita kerjakan. Sebab teks pujian tersebut diawali dengan upaya membangun, berjaga, bergiat dari pagi... dan bahkan mengisi tabung anak panahnya hingga penuh. Hanya ketika semua itu dilakukan dengan sungguh dan giat, jangan sampai melupakan peran TUHAN yang merestui dan memberkati. Bukan kemudian semua upaya dihilangkan lalu hanya bergantung pada passive income berkat Tuhan semata — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Bukan! TUHAN adalah sumber segala berkat dan kehidupan, dan TUHAN juga suka melihat kita aktif mengolah berkat dan kehidupan. Itu poin nya. Ditengah situasi sulit, TUHAN tidak berkata, tidurlah saja..nanti aku akan memberkatimu, tetapi TUHAN berfirman lewat nabi Yeremia : “Usahakanlah (berarti aktif) kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” – Yeremia 29:7. Dan Rasul Paulus menegaskan: “kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” – 2 Tesalonika 3:10. Jadi dalam situasi apapun, jangan mengubah nature kita dari makhluk yang bekerja menjadi makhluk yang manja dengan mengharapkan berkat melimpah datang sendiri tanpa upaya kerja yang menyertainya. Semua jenis income itu harus dimulai dengan bekerja secara giat dan aktif, baru setelah itu boleh di kembangkan dalam bentuk passive income atau bahkan capital gain. Istilah boleh beragam tetapi poin pengertiannya akan sama. Saya menyebutnya dengan istilah PIP yakni Pekerjaan, Investasi dan Pelayanan, untuk bahasa lain dari active income, passive income dan capital gain. Saya akan menjelaskannya dengan contoh contoh yang ada di Alkitab. Semuanya itu (ternyata) ada dan perlu kita kerjakan dengan baik dan seimbang. Kalau saya katakan seimbang itu bukan dalam ukuran jumlah prosentase nya, tetapi pada ukuran kemampuan dan konteks waktunya. Ini patut dipahami dan diajarkan kepada umat dan anak anak kita. Bersambung...!

Post a Comment for "Mengusahakan Pasive Income Yang Bernilai Kekal Part 1"