Pernikahan Kristen Yang Kuat Part 3 - Khotbah Kristen
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pernikahan Kristen Yang Kuat Part 3

Pernikahan Kristen yang kuat ~ Landasan firman Tuhan untuk tema pernikahan yang kuat diambil dari Injil Matius 7:24-27. Pernikahan Kristen yang kuat tidak bisa terjadi begitu saja. Ada upaya yang sungguh-sungguh dari suami-istri secara bersama untuk memiliki pernikahan Kristen yang kuat. Tanpa kesungguhan dan keseriusan dari suami-istri membangun pernikahan Kristen yang kuat, maka mustahil mereka bisa memiliki rumah tangga yang tangguh.

Menikah bukan hanya sekedar merubah status dalam KTP dan menyatakan kepada dunia bahwa anda sudah tidak jomblo lagi. Tetapi menikah menegaskan bahwa anda sedang mengambil tanggung jawab besar untuk membangun pernikahan Kristen yang kuat.

Pada sisi lain, anda bukan saja memiliki tanggung jawab untuk membangun pernikahan Kristen yang kuat tetapi juga anda mempunyai tanggung jawab untuk merawat pernikahan. Sebab tidak cukup hanya dengan membangun sebuah pernikahan lalu tidak diikuti dengan tindakan merawat pernikahan itu.


Dan saya mau katakan bahwa merawat pernikahan tidaklah sama dengan merawat rumah. Merawat pernikahan tidaklah sama dengan merawat kendaraan. Merawat pernikahan juga tidaklah sama dengan merawat tubuh anda. Mengapa?

Karena untuk merawat rumah, anda bisa minta orang lain untuk membereskan rumah, mengganti perabot dan mencet rumah anda. Untuk merawat kendaraan, anda tinggal bawa kendaraan anda ke bengkel dan menyuruh montir untuk mengganti onderdil yang dibutuhkan oleh kendaraan anda. Untuk merawat tubuh, anda hanya datang ke salon, lalu memilih bahan bakunya. Selanjutnya mau mandi pakai apa? Kembang wangi tujuh rupa, mau mandi susu, semuanya sudah tersedia.

Tetapi merawat pernikahan sangat berbeda dengan semua bentuk perawatan yang sudah saya jelaskan di atas. Merawat pernikahan dibutuhkan komitmen, integritas dan pengorbanan dari suami-istri. Mengapa demikian? Karena sekali anda menikah itu seumur hidup sampai Tuhan yang memisahkan suami dari istri atau sebaliknya melalui kematian. Itu sebabnya tidak ada tempat bagi perceraian dalam pernikahan Kristen. Apa yang telah Tuhan satukan tidak boleh dipisahkan oleh apa dan siapa pun.
Pertanyaan penting yang harus diajukan adalah: “Bagaimana supaya memiliki pernikahan yang kuat?” Berdasarkan kebenaran firman Tuhan dalam Injil Matius 7:24-27, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh suami-istri supaya bisa memiliki pernikahan yang kuat, yaitu:

Tiga, suami-istri harus sama-sama bijak menghadapi badai
Penulis Injil Matius dalam pimpinan, tuntunan, arahan, bimbingan dan ilham Roh Kudus, menulis: “Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” – Matius 7:25.

Pernikahan Kristen tidaklah bebas dari masalah, pergumulan, ujian, tantangan dan hambatan. Allah tidak membiarkan pernikahan Kristen di area yang tanpa masalah. Dan memang demikianlah adanya sampai hari ini, semua pernikahan Kristen mengalami pergumulan yang maha dahsyat.

Penulis Injil Matius menggunakan simbol hujan, banjir, dan angin. Ini mengindikasikan bahwa pernikahan Kristen akan dihantam oleh berbagai ancaman, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan berpotensi meluluh-lantahkan bangunan sebuah pernikahan Kristen. Tetapi suami-istri yang sudah sama-sama mendengar firman Tuhan dan sama-sama melakukannya akan tetap tegak berdiri dalam pernikahan yang kuat. Tidak akan dihancurkan oleh apa dan siapapun.

Penulis Injil Matius menggunakan dua kata kunci yaitu kata “bijaksana” dan “bodoh”. Ini tidak ada kaitannya dengan kemampuan intelektual dan gelar akademik suami-istri, tetapi mengenai ketaatan.

Baik orang “bijaksana” maupun orang “bodoh” sama-sama mendengar firman Tuhan dan sama-sama menghadapi badai. Tidak ada perbedaan dan inilah keadilan Tuhan bagi pernikahan Kristen. Tetapi yang membedakannya adalah orang “bodoh” yang mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukannya akan hancur. Sebaliknya orang “bijaksana” yang mendengar firman Tuhan dan melakukannya pasti selamat.

Pernikahan Kristen yang kuat tidak terjadi dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan sebuah proses yang panjang dan membutuhkan kerjasama yang solid antara suami-istri. Untuk mewujudkan pernikahan Kristen yang kuat dibutuhkan: Satu, suami-istri sama-sama mendengar firman Tuhan. Dua, suami-istri sama melakukan firman Tuhan. Tiga, suami-istri sama-sama bijak menyikapi badai dalam pernikahannya.

Post a Comment for "Pernikahan Kristen Yang Kuat Part 3"