Translate

Belajar Dari Para Gembala

Belajar dari para gembala ~ Peristiwa kelahiran Yesus pada dua ribu tahun lebih yang lalu, beritanya pertama kali disampaikan kepada para gembala. Demikianlah yang diberitakan oleh dokter Lukas dalam Injilnya. Tentu kalau kita memperhatikan hal itu, maka bukanlah kebetulan berita kelahiran Yesus disampaikan kepada para gembala. Ada pelajaran berharga yang hendak disampaikan kepada kita melalui kehidupan para gembala dan reaksi mereka terhadap berita kelahiran Yesus pada masa itu.

Bagi kita yang merayakan natal Yesus memang secara langsung kita tidak memiliki keterkaitan bila ditinjau dari perspektif konteks terdekat. Kendati demikian, nuansa dan suasana natal Yesus di masa lalu memberi kesan kepada kita bahwa natal Yesus menghadirkan suasana sukacita baik bagi mereka yang secara langsung menerima dan mengalami peristiwa natal Yesus maupun bagi kita yang tidak memiliki dan mengalami langsung peristiwa natal Yesus tersebut.

Bagi para gembala, berita natal Yesus telah menghadirkan suatu suasana yang luar biasa. Suasana itu sangat berbeda dengan hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan dan tahun-tahun sebelumnya. Suasana natal Yesus membawa mereka suatu kondisi yang menginspirasi, memotivasi dan membuat hidup mereka sangat bergairah dan begitu antusias.

Dalam konteks kita pada masa kini, situasi dan kondisi yang menginspirasi, memotivasi dan membuat hidup bergairah serta antusias, juga mewarnai hidup kita setiap kali kita memasuki dan merayakan natal Yesus. Atribut dan simbol natal Yesus hadir di mana-mana. Puji-pujian natal Yesus berkumandang mulai dari dusun yang kecil sampai kepada kota besar yang penuh hingar-bingar.


Begitulah gambaran situasi dan kondisi yang terjadi pada peristiwa natal Yesus. Baik yang dialami oleh para gembala maupun yang kita rasakan pada masa kini. Oleh sebab itu, adalah wajar bila kita mencoba untuk mengambil pelajaran berharga dari kehidupan para gembala yang bisa kita implementasikan pada masa kini dalam kaitannya dengan natal Yesus.

Pertanyaan penting yang patut diajukan ialah: "Apa yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dari para gembala pada saat natal Yesus untuk kita terapkan dalam kehidupan kita pada masa kini?" Berdasarkan Injil Lukas 2:8-20, maka ada beberapa hal yang menjadi pelajaran penting bagi kita, yaitu:

1. Para gembala hidup dalam kekompakkan - Lukas 2:15-16.
Para gembala dalam natal Yesus menjadi kompak. Mereka antusias dan termotivasi untuk mencari dan bertemu dengan Yesus Sang Mesias Juruselamat yang dijanjikan. Hasilnya ialah mereka bersukacita karena bertemu dengan Yesus persis seperti yang dikatakan para malaikat kepada mereka.

Biarlah kita juga kompak untuk mencari kebenaran, menemukan kebenaran dan mengalami kebenaran dan hidup dalam kebenaran. Sumber kebenaran itu ialah Yesus Kristus. Dalam konteks keluarga (suami-istri, orangtua-anak) sepakat dan kompak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mencari Tuhan dan mengutamakan Tuhan serta firman-Nya.

Dalam konteks tubuh Kristus (pendeta, penginjil, majelis, jemaat), mari kita belajar untuk kompak dalam melayani dan memajukan pekerjaan Tuhan. Kita kompak untuk doa bersama, kompak memberitakan Injil, kompak untuk berkorban bagi pekerjaan Tuhan, kompak bersekutu dan kompak dalam pelayanan dan sebagainya. Pada saat kita kompak, maka Tuhan sendiri yang akan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

2. Para gembala sama-sama menyampaikan kebenaran - Lukas 2:17-18.
Para gembala setelah mendengar kebenaran, mencari kebenaran, menemukan kebenaran dan hidup dalam kebenaran, mereka memiliki inti berita yang sama untuk disampaikan yaitu tentang Yesus Kristus Sang Kebenaran. Banyak orang kagum ketika mendengar berita yang disampaikan oleh para gembala - Lukas 2:18.

Dalam konteks keluarga (suami-istri, orangtua-anak), jika kita memiliki kesamaan dan kesatuan dalam berita natal Yesus dan kesaksian kita, maka pastilah orang mendapat berkat dari kehidupan kita. Mereka kagum karena mereka menyaksikan sendiri bahwa kita hidup sesuai dengan kebenaran (Yesus dan ajaran-Nya).

Dalam konteks gereja (pendeta, penginjil, majelis, jemaat), kita harus memiliki kesamaan dan kesatuan dalam menyampaikan dan memberitakan kebenaran. Jangan sampai apa yang kita beritakan (Yesus dan ajaran-Nya) tidak cocok dengan yang kita lakukan.

Biarlah natal Yesus yang kita alami dan selalu merayakannya, dapat terealisasi di dalam kesamaan dan kesatuan berita yang kita sampaikan dan lakukan. Dengan demikian, orang lain akan kagum dan datang kepada Yesus melalui kesaksian hidup kita, sehingga gereja akan mengalami pertumbuhan.

3. Para gembala memiliki tekad yang sama untuk memuji Tuhan - Lukas 2:20.
Para gembala bukan saja kompak untuk mencari dan menemukan kebenaran, bukan saja memiliki kesamaan dan kesatuan dalam menyampaikan kebenaran (Yesus dan ajaran-Nya), tetapi para gembala juga memiliki tekad yang sama untuk memuji Allah.

Para gembala memuji dan memuliakan Allah karena mereka telah menyaksikan dan mengalami kebenaran serta merasakan kebaikan Allah dalam hidup mereka. Mereka memuji dan memuliakan Allah karena mereka mengalami bahwa Allah menggenapi janji-Nya bagi mereka.

Para gembala senantiasa memuji dan memuliakan serta bersyukur untuk semua yang telah terjadi dan dilakukan Allah dalam hidup mereka. Mereka dengan sukacita menjalani hidup dan pekerjaan mereka setiap hari karena mereka telah mendapatkan dan menemukan kebenaran sejati yaitu Yesus Kristus.

Demikian juga dengan kita. Allah telah menggenapi janji-Nya bagi hidup kita. Allah sudah menyertai dan menolong kita di sepanjang tahun 2016 ini. Allah telah memberkati dan akan terus memberkati hidup kita. Oleh karena itu, kita layak memuji dan memuliakan serta mengucap syukur kepada Allah atas semua karya terbaik-Nya bagi kita.

Apa yang menjadi kado terindah kita bagi Yesus di bulan desember berkenaan dengan hari raya natal Yesus di tahun ini? Andalah yang menjawabnya!

Post a Comment for "Belajar Dari Para Gembala"