Translate

Bagaimana Menguasai Diri Kita?

Bagaimana menguasai diri kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat rasul Paulus kepada orang Kristen yang ada di kota Korintus. Rasul Paulus menulis demikian: "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi" - 1 Korintus 9:25. Menurut rasul Paulus, kita ada dalam gelanggang pertandingan untuk mengikuti perlombaan atau pertandingan. Jadi, hidup kita sebagai pengikut Kristus adalah hidup dalam suatu pertandingan. Karena hidup kita adalah suatu pertandingan tentu ada yang kita mau rebut atau dapatkan melalui pertandingan yang kita ikuti.

Berdasarkan firman Tuhan di atas, maka kita menemukan ada dua jenis pertandingan yang diikuti oleh dua jenis atau kelompok orang. Tujuannya pun berbeda, yaitu ada tujuan yang bersifat sementara yaitu merebut mahkota yang fana. Ini diperebutkan oleh kelompok yang pertama. Tentu kelompok ini adalah kelompok orang yang belum di dalam Kristus. Kelompok yang kedua juga memiliki tujuan yaitu merebut mahkota yang abadi. Tentu ini jelas dilakukan oleh orang-orang yang sudah di dalam Kristus.

Guna merebut atau memperoleh medali, piala atau mahkota, poin penting yang ditegaskan oleh rasul Paulus ialah pada self control (penguasaan diri). Ini menurut Paulus menjadi kunci utama untuk bisa meraih medali, piala atau mahkota.

Pada tahun 2009 klub sepak bola yang berasal dari spanyol, yaitu Bercelona FC berhasil mendapatkan enam gelar juara dalam satu musim pertandingan. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa yang diperoleh oleh klub sepak bola asal Spanyol itu.

Dalam sebuah wawancara dengan media, sang arsetik klub Barcelona FC, yaitu Pep Guardiola mengungkapkan mengapa mereka berhasil merebut enam gelar juara dalam satu musim pertandingan. kuncinya yaitu penguasaan diri atau disiplin. Pep Guardiola menerapkan disiplin yang tinggi kepada para pemainnya.

Pep Guardiola menerapkan sistem denda kepada semua pemain Barcelona FC yang melakukan kesalahan, dan tidak disiplin dalam hidup dan latihan. Misalnya, kika pemain terlambat dalam mengikuti latihan, pola makan yang tidak teratur, kehidupan malam yang tidak disiplin, dan lain sebagainya, maka para pemain harus membayar denda.


Penerapan disiplin yang dilakukan oleh sang arsitek Pep Guardiola kepada seluruh pemainnya berbuah manis. Semau pemain tetap menjaga disiplin diri dengan terus menguasai diri dan keinginan mereka. Itulah sebabnya, tim sepak bola asal Spanyol pimpinan Pep Guardiola yaitu Barcelona FC tampil sebagai tim terkuat di daratan Eropa. Mereka menjadi tim yang produktif dengan pencapaian yang maksimal dalam setiap pertandingan yang diikuti mereka.

Demikian juga dengan kita. Setiap kita yang telah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita berada dalam gelanggang pertandingan. Oleh karena itu, untuk memenangkan pertandingan, kita harus menerapkan disiplin yang tinggi dan penguasaan diri yang maksimal dalam mengikuti pertandingan. Itulah konsep yang diajarkan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat yang ada di kota Korintus yang tentunya masih relevan dengan kehidupan kita pada masa kini.

Rasul Paulus menegaskan syarat untuk memperoleh kemenangan adalah disiplin dan penguasaan diri. Dia sadar bahwa semua orang yang bertanding pasti menguasai dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang membuatnya tidak bisa bertanding. Misalnya, seorang pelari harus dapat mengatur pola makan dengan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi agar tubuhnya tetap proporsional.

Tentu tidak enak menerapkan dan melakukannya. Tetapi itulah harga yang harus dibayar oleh seorang yang bertanding untuk memperoleh atau merebut atau mendapatkan medali, piala atau mahkota.

Begitu juga dengan kehidupan kerohanian kita sebagai anak-anak Tuhan atau pengikut Tuhan Yesus Kristus di masa ini. Jika kita ingin mendapatkan kemenangan dalam pertandingan iman, bekalilah diri dengan disiplin.

Disiplin rohani yang dapat kita lakukan adalah melalui doa dan hubungan intim dengan Tuhan. Kita harus berjuang sedemikian rupa demi mahkota kekal yang akan kita terima kelak. Mahkota yang kita terima kelak bukanlah mahkota yang dapat fana tetapi mahkota kekal atau abadi. Biarlah ini menginspirasi dan memotivasi kita untuk dapat menguasai diri dalam segala sesuatu, sehingga kita dapat mengakhiri pertandingan iman kita dengan penuh kemenangan.

Post a Comment for "Bagaimana Menguasai Diri Kita?"