Translate

Jangan Menjadi Batu Sandungan

Jangan menjadi batu sandungan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat rasul Paulus kepada di kota Roma, yaitu Roma 14:13-23. Salah satu ayatnya menegaskan demikian: "Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia" - Roma 14:15.

Seorang tamu dari daerah lain yang diundang ke rumah di suatu desa bertanya, "Mengapa di sini orang makan tanpa memakai sendok atau garpu?" Bukankah itu kurang higienis? Lalu orang yang mengundang itu pun menanggapinya, "Memang sendok dan garpu itu tentunya sudah di cuci sebelum dipakai untuk makan. Tetapi, yang memakai sendok dan garpu pastilah banyak orang.

Sedangkan tangan dan jari yang dicuci sebelum makan, hanya kita sendiri yang memakainya. Manakah yang lebih higienis? Ya begitu mudahnya orang menghakimi orang lain. Apalagi ketika menyaksikan orang lain tidak melakukan apa yang kita anggap benar atau yang kita anggap salah.


Berkenaan dengan semua hal itu, rasul Paulus tidak hanya melarang warga jemaat di Roma untuk menghakimi orang lain. Tetapi karena berkaitan dengan keyakinan akan imannya, yaitu melangkah lebih jauh dengan bersikap tidak membuat orang lain tersanjung!

Alasan Paulus sangat sederhana: "Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih". Jadi janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia" - Roma 14:15.

Kalau dengan apa yang kita makan, saudara seiman tersakiti hatinya, maka kita tidak lagi bertindak berdasarkan kasih. Kalau Kristus sudah mati untuk seseorang, janganlah membiarkan orang itu dirusak oleh apa yang Anda makan.

Yang penting ialah setiap orang menuruti kehendak Allah, mengalami ketenangan hati, dan menerima sukacita yang diberikan Roh Kudus. "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" - Roma 14:17. Konsep pelayanan seperti ini tidak membuat orang lain jatuh tersandung dan yang diperkenan Allah dan dihormati manusia.

Tidak heran jika Paulus mengajak warga jemaat di Roma untuk mengusahakan apa yang mendatangkan kerukunan dan saling membangun. Apalagi mereka adalah satu tubuh Kristus. Jadi, sebagai tubuh Kristus, marilah kita berusaha untuk senantiasa menghadirkan nialai-nilai kerajaan Allah dalam interaksi kita dengan sesama tubuh Kristus.