Translate

Bagaimana Neraka Menurut Alkitab?

Bagaimana neraka menurut Alkitab – Secara umum, tiga agama besar di dunia yaitu agama Yahudi, agama Kristen dan agama Islam dalam ajaran kitab suci masing-masing mengakui tentang adanya neraka. Dalam kitab Wahyu yang ditulis oleh rasul Yohanes menegaskan bagaimana neraka menurut Alkitab

Rasul Yohanes menulis berkaitan dengan neraka, demikian: Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya  lenyaplah bumi dan langit  dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. 

Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut  menyerahkan orang-orang mat yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 


Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian  yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” - Wahyu 20:11-15

Berdasarkan bagian firman Tuhan tersebut, kita mengerti bahwa neraka bukanlah sebuah dongeng belaka. Neraka itu nyata, riil dan bukan mitos. Alkitab telah menyatakan adanya neraka sebagai tempat hukuman. Yesus pun kerap kali menyinggung tentang keberadaan neraka – Matius 5:29; 23:15; Lukas 12:5. Bagaimanakah neraka menurut Alkitab? Di bawah ini akan dijelaskan ajaran Alkitab tentang neraka.

1. Tempat hukuman dengan api yang tidak terpadamkan.
Penulis Injil Matius menulis demikian: “Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan – Matius 3:12”

Gandum menunjuk kepada orang-orang Kristen yang telah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Sedangkan debu jerami menunjuk kepada orang-orang yang secara terus-menerus tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan firman-Nya. 

Lumbung menunjuk kepada sorga tempat kediaman Allah dan umat yang mengasihi-Nya. Sedangkan apa yang tidak terpadamkan menunjuk kepada neraka tempat Iblis dan pengikutnya serta orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya.

Api neraka itu bukan api yang kita kenal, melainkan sesuatu yang jauh lebih buruk. Saat kematian kekal keadaan setiap orang tetap. Kata ‘kekal’, ‘selamanya’ dan ‘selama-lamanya’ menyatakan suatu jangka waktu yang tiada akhir. 

Jika hidup orang benar akan selamanya, demikian juga dengan hukuman orang jahat akan selamanya. Alkitab berkata bahwa keselamatan adalah kekal, hidup kekal, penebusan kekal dan mendapat bagian yang kekal. Iblis dan pengikut-pengikutnya akan dihukum di tempat ini.

2. Tempat munculnya kenangan dan penyesalan yang terlambat.
Dokter Lukas menulis dalam Injil demikian: Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini” – Lukas 16:27-28.

Seperti kisah orang kaya yang belum diselamatkan mengalami bahwa pada dirinya muncul kenangan serta penyesalan atas keadaannya yang terhilang di dunia orang mati. Kenangan dan penyesalan tersebut sudah tidak ada faedahnya lagi, sudah terlambat dan sia-sia.

Sudah seharusnya selama hidup di dunia kita mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan kehidupan yang akan datang. Jaminan keselamatan yang kita miliki saat ini memberikan ‘peringatan’ khusus untuk tetap melakukan pekerjaan kita sebagai saksi. Karena jika semuanya terlambat, maka kesempatan itu tidak akan pernah terulang lagi dikehidupan yang akan datang.

3. Tempat Allah mencurahkan murka-Nya.
Rasul Yohanes dalam kitab Wahyu menulis demikian: “Maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. 

Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya”. Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus”  – Wahyu 14:10-12.

Manusia dalam keadaan dosa sudah mengalami sedikit murka Allah di dunia ini, tetapi bukan dalam keadaannya yang murni. Murka Allah yang sebenarnya dicurahkan dalam neraka. Semua manusia hidup dari zaman ke zaman yang belum diselamatkan akan menanggung murka Allah ini. 

Itulah sebabnya, Yesus mengatakan: “di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” – Matius 8:12. Akan terdapat peristiwa-peristiwa mengerikan yang terjadi di dalam neraka. Kita tidak saja bersyukur karena dihindarkan dari hukuman kekal di neraka, tetapi bertindaklah sesuatu untuk menyelematkan lebih banyak orang lagi agar tidak masuk ke tempat itu. 

Baca juga: RAHASIA HIDUP DALAM KASIH DAN DAMAI.

Post a Comment for "Bagaimana Neraka Menurut Alkitab?"