Translate

Disiplin Rohani Kristen

Disiplin rohani Kristen – Percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi hanyalah langkah awal dalam perjalanan iman kita mengikut Tuhan Yesus. Artinya, kita tidak stop hanya sampai pada tahap itu saja. Ada tahap lanjutan yang patut kita lakukan berkaitan dengan hidup rohani sebagai orang Kristen. 

Disiplin rohani Kristen merupakan cara supaya kita semakin dewasa di dalam Tuhan Yesus. Pendewasaan hidup secara rohani adalah tujuan utama kita di dalam Tuhan Yesus. Mengapa dikatakan demikian? Karena disiplin rohani Kristen mendorong atau memotivasi kita untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. 

Penulis terkenal Charles R. Swindoll dalam bukunya: “So, You Want to Be Like Christ?” mengatakan:”Yang membedakan kekristenan dengan kepercayaan lainnya ialah tujuannya yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Sehingga kesalehan dalam konteks kristiani bukan sekedar moralis, bukan hanya ibadah secara lahiriah, bukan hanya konsep tentang Allah, bukan pula kebajikan ataupun idealisme melainkan hidup yang berakar pada Kristus.” 


Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Charles R. Swindoll, dan untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan adanya disiplin rohani Kristen yang harus dilakukan oleh setiap kita.

Pengertian Dan Definisi Disiplin
Apa itu disiplin? Disiplin berasal dari bahasa Latin “Discere” yang berarti “belajar”. Dari kata ini timbul kata “Disciplina” yang berarti pengajaran atau pelatihan. Disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu “disciple” yang berarti pengikut atau murid.

Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua, disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. 

Perkataan disiplin mempunyai arti latihan dan ketaatan kepada aturan. Dengan melaksanakan disiplin, berarti semua pihak dapat menjamin kelangsungan hidup dan kelancaran kegiatan belajar, bekerja, dan berusaha serta kelancaran hubungan spiritual/rohani kita dengan Allah. 

Tanpa disiplin rohani Kristen, kita tidak akan bisa mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita yaitu berakar pada Kristus. Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: “Bagaimana caranya agar kita bisa berakar di dalam dan pada Kristus?” Ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam rangka mencapai tujuan hidup Kristen kita, yaitu berakar di dalam dan pada Kristus.

1. Disiplin dalam bersekutu.
Bersekutu dengan sesama anggota tubuh Kristus membutuhkan sebuah disiplin dari diri kita. Karena hanya dengan cara demikian kita bisa berakar kuat pada Kristus. Bersekutu merupakan salah satu disiplin rohani Kristen yang bisa dilakukan karena hal ini sangat penting. 

Itu sebabnya penulis surat Ibrani memberi motivasi kepada kita supaya jangan menjauhkan diri dari pertemuan ibadah kita. Tentang hal itu, penulis surat Ibrani menulis demikian: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” – Ibrani 10:25.

Ada beberapa orang yang mengabaikan persekutuan dengan sesama anggota tubuh Kristus. Mengabaikan persekutuan berarti mengabaikan pertumbuhan dan kedewasaan rohani di dalam Kristus. 

Pada hal beribadah atau bersekutu memberi manfaat penting bagi kita. Rasul Paulus menulis kepada anak rohaninya Timotius tentang manfaat ibadah bagi setiap orang Kristen. Rasul Paulus menulis demikian: “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” – 1 Timotius 4:8.

2. Disiplin dalam berbuat baik.
Gereja mula-mula berkembang secara luar biasa karena cara hidup mereka yang senantiasa menabur kebaikan. Perbuatan baik mereka menjadi alat kesaksian, sehingga cara hidup demikian disukai oleh orang-orang yang berada di luar gereja. 

Dan Alkitab menegaskan bahwa tiap-tiap hari jumlah orang yang menjadi percaya bertambah – Kisah Para Rasul 2:44-47. Ini menunjukkan kepada kita bahwa berbuat baik itu menjadi sarana yang jitu untuk penginjilan dan pertumbuhan gereja.

Berbuat baik merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh setiap orang Kristen. Agar berbuat baik ini menjadi cara hidup kita, maka dibutuhkan kedisiplinan dalam mempraktekkannya. Berbuat baik merupakan ciri hidup di dalam Kristus. Selain itu, berbuat baik merupakan perintah langsung dari Tuhan Yesus untuk kita lakukan.

Dalam khotbah-Nya di bukit, Tuhan Yesus mengatakan demikian: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” – Matius 5:16

Perbuatan baik yang kita lakukan bagi orang lain atau sesama, maka hati dan mulut dari orang lain atau sesama yang mengalami perbuatan baik kita, akan memuliakan Allah Bapa di sorga. Sebaliknya perbuatan jahat kita akan menjadi batu sandungan bagi orang lain atau sesama. Itu sebabnya disiplin rohani Kristen dibutuhkan agar hidup kita menjadi saluran berkat atau menjadi kesaksian bagi orang lain. Harus ada komitmen dari diri kita untuk senantiasa berbuat baik bagi orang lain.

Rasul Paulus juga memberi motivasi kepada orang Kristen yang ada di kota Galatia supaya mereka senantiasa berbuat baik sebagai cara hidup mereka. Rasul Paulus menulis demikian: 

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” – Galatia 6:9-10

Jangan berhenti berbuat baik, karena suatu saat kita pasti menuai apa yang sudah kita tabur. Jadi, gunakan seoptimal kesempatan berbuat baik kepada semua orang terutama kepada sesama anggota tubuh Kristus. Mengapa kesempatan berbuat baik itu harus digunakan seoptimal mungkin? Karena akan ada batas waktu di mana kita tidak bisa lagi melakukannya.

Sebagai penutup dari topik disiplin rohani Kristen ini dapat disimpulkan bahwa untuk tetap berakar kuat di dalam dan pada Tuhan Yesus, maka hal yang harus kita lakukan ialah pertama, kita harus disiplin dalam bersekutu; kedua, kita harus disiplin dalam berbuat baik. Kiranya Tuhan Yesus melalui kuasa Roh Kudus membantu kita untuk bisa memprkatekkannya dalam hidup setiap hari. 

Baca juga: PENGAMPUNAN ALLAH BAGI KITA.

Post a Comment for "Disiplin Rohani Kristen"