Translate

Sikap Yang Tepat Ketika Allah Diam

Sikap yang tepat ketika Allah diam, apa yang kita rasakan? Sikap yang tepat ketika Allah diam, bagaimana respon kita? Sikap yang tepat ketika Allah diam, di mana posisi kita? Tunjukkan pada Allah bahwa Dia akan menemukan kita setia menanti sekalipun Dia tidak menjawab. Bahkan di dalam ketidakpastian, di dalam kegelapan dan ketika Allah diam pun, kita tetap setia.

Apakah kita bertanya-tanya mengapa Allah tidak menjawab doa kita? Banyak orang yang bertanya, "Mengapa berdoa? Sepertinya sia-sia. Allah tidak melakukan apa-apa". Kita merasa marah dan putus asa saat tidak mendengarkan apa-apa dari Allah. Namun, Allah melakukan karyanya yang terbaik secara diam-diam.

Jika kita sedang meminta pada Allah untuk memberkati aspek-aspek tertentu di dalam kehidupan kita, atau menangani hal-hal tertentu, dan kita merasa bahwa Allah tidak pernah mendengar atau menjawab doa kita, maka ada tiga hal yang patut kita pikirkan:

1. Allah tidak berkewajiban memberkati siapapun yang tidak berserah sepenuhnya kepada Dia.
Kita mempunyai ide bahwa hanya karena kita berdoa, Allah wajib menjawab doa kita. Ya, Allah itu baik. Ya, Dia memang penuh kasih. Namun, janji dan berkat-Nya adalah bagi orang yang taat kepada-Nya - Mazmur 5:13. Janganlah kita keliru dengan kasih Allah yang tanpa syarat dan berkat Allah yang tanpa syarat. Ini dua hal yang berbeda. Allah memberitahu kita dengan sangat jelas di dalam Alkitab bahwa ada syarat-syarat bagi berkat-Nya - Mazmur 1.


Jika kita ingin Allah memberkati pernikahan kita, kita perlu menyerahkan pernikahan kita kepada Dia. Selain itu, kita harus taat untuk melakukan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawab kita di dalam pernikahan itu - Efesus 5:21-23. Jika kita ingin Allah untuk memberkati anak-anak kita, kita harus menyerahkan mereka kepada-Nya dan tidak berusaha mengontrol setiap aspek kehidupan anak-anak kita, seolah-olah mereka itu milik pribadi kita. Jika kita ingin menikmati berkat finansial, kita harus terlebih dahulu memuliakan Tuhan dengan semua yang kita miliki, dan menjadi pengurus yang baik apa yang telah Tuhan berikan.

Saat kita datang kepada Allah, kita tidak boleh mempunyai ide bahwa Allah wajib memberikan apa yang kita minta. Yang perlu kita lakukan adalah mendekat pada Allah dengan hati yang sepenuhnya berserah kepada Dia lalu bertanya pada diri: "Tuhan, apakah saya sedang hidup sesuai dengan apa yang Engkau inginkan?"

2. Allah tidak terikat untuk menjawab kita sesuai dengan waktu yang kita tetapkan.
Allah adalah kekal. Itu berarti konsep waktu-Nya berbeda dengan kita. Allah memberitahu Abraham Dia akan memberinya anak. Namun Allah tidak memenuhi janji-Nya selama 25 tahun - Kejadian 12:1-4; 21:5. Allah membiarkan Yusuf dikurung di dalam penjara, untuk sesuatu yang tidak pernah dia lakukan dan walaupun kelihatannya dia akan dibebaskan lewat campur tangan Allah, tetapi hal itu hanya terjadi setelah dua tahun - Kejadian 39-41.

Allah bisa saja sedang menunggu waktu yang sesuai untuk menjawab doa kita. Untuk kita, penantian itu seolah-olah tidak ada habisnya. Bagi Allah, itu hanya suatu momen. Namun, perlu kita tahu bahwa Tuhan itu sempurna. Jadi, bersabarlah! Ada kalanya Allah sedang bekerja di alam kekal, di tempat kita tidak melihatnya. Yakinlah bahwa Allah tahu apa yang Dia lakukan. Terdapat banyak sebab akibat yang Allah tahu tetapi dari tempat kita berada, kita tidak dapat melihatnya.

3. Allah bisa saja secara diam-diam sedang menguji kesetiaan kita.
Hal yang sulit bagi kita adalah tidak mendengar apa-apa. Namun, Allah melakukan karya-Nya yang paling hebat di dalam waktu-waktu tenang, hening dan di balik layar. Di kitab Keluaran 24:17-18, bangsa Israel melihat kemuliaan Tuhan seperti api yang sedang menghanguskan puncak Gunung Sinai. Mereka mendengar guntur, melihat kilat dan merasakan bumi bergetar.

Allah itu sangat riil dan nyata. Dan Dia sedang berada di depan mereka. Hal yang sangat luar biasa dan menggairah! Namun hanya 40 hari setelah itu, orang yang sama, orang yang melihat kebesaran Allah melakukan mukjizat merasakan bahwa mereka sudah "terlalu lama" tidak melihat atau mendengar apa-apa dari Allah. Dan karena itu mereka mau mempunyai allah yang baru. Lalu, mereka memberikan semua emas mereka kepada kakak Musa, Harun, dan memintanya membuatkan mereka allah yang dapat mereka lihat di hadapan mereka - Keluaran 32:1. Hal yang sangat masuk akal.

Allah yang di suatu waktu menyingkapkan diri-Nya secara spektakuler, tetap merupakan Allah yang sama perkasanya di saat dia berdiam diri dan seolah-olah tidak berbuat apa-apa. Hormatilah hak-Nya untuk berdiam diri. Tetap yakin pada Allah yang sedang tidak berbicara. Bagi kebanyakan orang, Allah yang berkarya besar secara diam-diam itu adalah Allah yang perlu dikenali dengan lebih baik lagi.

Ada waktunya, penolakan Allah untuk menjawab kita adalah cara-Nya untuk memastikan kita tetap dekat pada-Nya, tetap meminta, tetap menanti dan tetap mengandalkan Dia. Tunjukkan pada Allah bahwa Dia akan menemukan kita setia menanti sekalipun Dia tidak menjawab. Bahkan di dalam ketidakpastian, di dalam kegelapan, kita tetap setia. Baca juga materi khotbah: Peranan Roh Kudus Dalam Hidup Pemimpin.

Post a Comment for "Sikap Yang Tepat Ketika Allah Diam"