Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Serahkan Pergumulanmu Kepada Tuhan

Serahkan Pergumulanmu Kepada Tuhan

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 21-22

Pernahkah kita membayangkan keadaan jemaat Kristen di Asia Kecil pada zaman Rasul Petrus? Mereka tidak hidup dalam situasi yang mudah. Mereka menghadapi tekanan, penolakan, penderitaan, dan berbagai pergumulan karena iman kepada Kristus. Dalam keadaan seperti itu, kekhawatiran sangat mudah memenuhi hati. Mereka mungkin bertanya: Apakah Tuhan masih peduli? Apakah Tuhan melihat penderitaan kami? Apakah kami sanggup bertahan?

Di tengah keadaan tersebut, Petrus menyampaikan sebuah nasihat yang sederhana tetapi sangat dalam: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya.” Perhatikan kata “segala.” Petrus tidak mengatakan sebagian kekhawatiran. Bukan hanya masalah besar, sementara masalah kecil kita tanggung sendiri. Segala berarti seluruh pergumulan kita, masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, kesehatan, masa depan, kebutuhan ekonomi, bahkan pergumulan yang tidak mampu kita ceritakan kepada siapa pun.

Mengapa kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan? Karena “Ia yang memelihara kamu.” Tuhan bukan hanya mengetahui pergumulan kita, tetapi Ia juga peduli terhadap kehidupan kita. Ketika kita menyerahkan beban kepada-Nya, kita sedang mengakui bahwa kemampuan kita terbatas, tetapi kuasa dan pemeliharaan Tuhan tidak terbatas.

Sering kali kita berdoa, tetapi setelah itu kembali mengambil kekhawatiran yang tadi kita serahkan. Kita berkata, “Tuhan, saya serahkan,” tetapi beberapa menit kemudian hati kembali dipenuhi ketakutan. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan hanya membawa pergumulan kepada-Nya dalam doa, tetapi percayakan juga hasil akhirnya kepada-Nya.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Bawalah pergumulan kepada Tuhan dalam doa. Jangan memendam semuanya sendirian. Ceritakan kepada Tuhan secara jujur. Sebutkan apa yang membuat hati gelisah dan mintalah hikmat serta kekuatan-Nya.

2. Bedakan antara tanggung jawab dan kekhawatiran. Kerjakan bagian yang Tuhan percayakan kepada kita, tetapi jangan mencoba mengendalikan sesuatu yang berada di luar kemampuan kita. Tanggung jawab harus dikerjakan; kekhawatiran harus diserahkan.

3. Latih hati untuk mengingat pemeliharaan Tuhan. Ketika kekhawatiran datang, ingatlah pertolongan Tuhan di masa lalu. Jika Tuhan telah memelihara kita sampai hari ini, kita mempunyai alasan untuk percaya bahwa tangan-Nya tetap memegang kehidupan kita.

Saudara, mungkin hari ini ada beban yang terlalu berat untuk kita pikul. Jangan memaksakan diri untuk berjalan sendirian. Datanglah kepada Tuhan. Serahkan pergumulanmu kepada-Nya, sebab Dia tidak pernah berhenti memelihara anak-anak-Nya. Apa yang sedang membuat hatimu khawatir hari ini? Serahkanlah kepada Tuhan. Dia peduli. Dia mendengar. Dan Dia memelihara.

Doa:

Bapa yang penuh kasih, kami datang kepada-Mu dengan segala pergumulan dan kekuatiran kami. Kami mengakui bahwa sering kali kami mencoba memikul semuanya dengan kekuatan sendiri. Hari ini kami mau belajar menyerahkan seluruh beban kami kepada-Mu. Berikan kami hati yang percaya, kekuatan untuk melakukan bagian kami, dan kerelaan untuk menyerahkan hasilnya ke dalam tangan-Mu. Kami percaya bahwa Engkau memelihara kami dan tidak pernah meninggalkan kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Serahkan Pergumulanmu Kepada Tuhan"

Translate