Tuhan Tidak Pernah Meninggalkanmu
Tuhan Tidak Pernah Meninggalkanmu
“Sebab TUHAN, Dialah yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati” (Ulangan 31:8).
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16-17
Ada sebuah kisah nyata yang sangat kuat dalam kitab Ulangan. Musa telah memimpin bangsa Israel selama puluhan tahun. Ia melihat bagaimana Tuhan membebaskan mereka dari Mesir, menyertai mereka di padang gurun, memberi manna, menyediakan air, dan menjaga mereka dari berbagai bahaya. Namun sekarang, perjalanan Musa hampir berakhir. Ia tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian.
Kepemimpinan akan diteruskan kepada Yosua. Bayangkan jika Anda berada dalam posisi Yosua. Tugas yang ada di depan begitu besar. Bangsa Israel bukanlah bangsa yang mudah dipimpin. Mereka pernah memberontak, mengeluh, dan gagal mempercayai Tuhan. Sekarang Yosua harus membawa mereka memasuki Tanah Perjanjian dan menghadapi berbagai bangsa yang kuat.
Dalam situasi seperti itulah Musa menyampaikan sebuah penguatan: “TUHAN, Dialah yang berjalan di depanmu.” Perhatikan bahwa Musa tidak berkata, “Yosua, kamu harus kuat karena kamu hebat.” Sebaliknya, kekuatan Yosua terletak pada kehadiran Tuhan. Tuhan berjalan di depan, menyertai perjalanan, dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Pesan ini juga berlaku bagi kita. Ada masa ketika kita merasa sendirian. Kita menghadapi masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, pergumulan ekonomi, masa depan yang tidak pasti, atau doa yang seakan-akan belum mendapatkan jawaban. Perasaan kita mungkin berkata, “Tuhan sudah meninggalkan saya.” Tetapi firman Tuhan mengatakan sebaliknya: Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita.
Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan,
yaitu:
1. Hadapi masa depan bersama Tuhan. Jangan terlalu takut terhadap
sesuatu yang belum terjadi. Tuhan sudah berada di depan kita. Apa yang belum
kita ketahui, sudah diketahui-Nya. Karena itu, melangkahlah
dengan iman, bukan dengan ketakutan.
2. Tetap
berdoa ketika keadaan sulit. Ketika masalah datang, jangan
menjauh dari Tuhan. Justru datanglah semakin dekat melalui doa dan firman-Nya.
Kehadiran Tuhan tidak selalu berarti masalah langsung hilang, tetapi berarti
kita tidak menghadapinya sendirian.
3. Jangan menyerah ketika perjalanan terasa panjang. Yosua harus melanjutkan perjalanan setelah Musa pergi. Demikian juga kita mungkin harus melanjutkan hidup setelah kehilangan, kegagalan, atau perubahan besar. Jangan patah hati. Tuhan yang menyertai kemarin adalah Tuhan yang sama yang menyertai hari ini dan hari esok.
Mungkin hari ini Anda sedang berada di lembah pergumulan. Ingatlah: kesunyian bukan berarti Tuhan tidak hadir. Keterlambatan bukan berarti Tuhan melupakan. Dan kesulitan bukan berarti Tuhan meninggalkan. Tuhan berjalan di depanmu. Tuhan menyertaimu. Tuhan memegang tanganmu. Karena itu, jangan takut dan jangan patah hati.
Doa:
Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Ketika kami takut menghadapi masa depan, ingatkan kami bahwa Engkau berjalan di depan kami. Ketika kami merasa sendirian, yakinkan hati kami bahwa Engkau selalu menyertai kami. Berikan kami keberanian untuk melangkah, kekuatan untuk bertahan, dan iman untuk tetap percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Tolong kami agar tidak takut dan tidak patah hati. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Tuhan Tidak Pernah Meninggalkanmu"