Iman Lebih Besar daripada Ketakutan
Iman Lebih Besar daripada Ketakutan
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Timotius 1:7).
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 28-30
Pada zaman Timotius, kehidupan orang percaya tidak selalu mudah. Jemaat mula-mula menghadapi tekanan, penolakan, bahkan ancaman karena iman mereka kepada Kristus. Timotius sendiri berada dalam situasi yang tidak ringan. Sebagai seorang pemimpin muda, ia harus melayani jemaat di tengah berbagai persoalan dan menghadapi orang-orang yang menentang kebenaran Injil.
Bayangkan seorang anggota jemaat di Efesus yang setiap kali hendak berkumpul untuk beribadah harus mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Ia tahu bahwa mengakui Kristus dapat membawa konsekuensi. Namun, setiap kali rasa takut muncul, ia mengingat kasih Tuhan dan memilih tetap setia. Ia mungkin gemetar ketika menghadapi tekanan, tetapi imannya membuatnya tidak menyerah. Ketakutan ada, tetapi iman kepada Kristus lebih besar daripada ketakutan itu.
Inilah yang Paulus ingatkan kepada Timotius. Paulus tidak mengatakan bahwa orang percaya tidak akan pernah merasa takut. Ketakutan adalah bagian dari pengalaman manusia. Namun, ketakutan tidak boleh menjadi penguasa kehidupan kita. Allah telah memberikan Roh yang menghasilkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.
Kekuatan berarti kita menerima keberanian untuk menghadapi keadaan yang sulit. Kasih membuat kita tidak mengambil keputusan berdasarkan kepentingan diri sendiri. Ketertiban atau penguasaan diri menolong kita berpikir jernih ketika keadaan sedang penuh tekanan.
Ada tiga
aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Hadapi
ketakutan dengan percaya kepada Tuhan. Ketika
masalah datang, jangan biarkan pikiran dipenuhi oleh kemungkinan terburuk.
Ingatlah bahwa Tuhan tetap memegang kehidupan kita. Katakan dalam hati, “Saya
tidak berjalan sendirian. Tuhan menyertai saya.” Iman bukan berarti tidak
mempunyai rasa takut, tetapi memilih mempercayai Tuhan di tengah rasa takut.
2.
Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan. Jangan hanya melihat besarnya
masalah; lihat juga besarnya pertolongan Tuhan. Ketika
menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, pelayanan, kesehatan, atau masa
depan, berdoalah dan lakukan bagian yang dapat kita kerjakan. Tuhan memberikan
kekuatan untuk melangkah satu demi satu.
3. Kendalikan pikiran dan tetap hidup dalam kasih. Ketakutan sering membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru. Karena itu, belajarlah tenang, berdoa, membaca Firman Tuhan, dan meminta hikmat sebelum bertindak. Jangan membalas tekanan dengan kebencian. Biarlah kasih Kristus menguasai respons kita.
Saudara, mungkin hari ini ada ketakutan yang sedang memenuhi hati kita. Jangan biarkan ketakutan menentukan masa depan. Iman kita kepada Tuhan harus lebih besar daripada ketakutan kita terhadap keadaan. Tuhan tidak meninggalkan kita. Dia memberikan kekuatan untuk bertahan, kasih untuk tetap setia, dan penguasaan diri untuk berjalan dengan bijaksana.
Doa:
Bapa yang penuh kasih, ketika
ketakutan memenuhi hati kami, mampukan kami untuk tetap percaya kepada-Mu.
Berikanlah kekuatan ketika kami lemah, kasih ketika kami menghadapi tekanan,
dan penguasaan diri ketika kami harus mengambil keputusan. Tolong kami agar
iman kami selalu lebih besar daripada ketakutan kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami
berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Iman Lebih Besar daripada Ketakutan"