Jangan Khawatir tentang Hari Esok
Jangan Khawatir tentang Hari
Esok
“Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34).
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 1-3
Dalam Injil Matius, kita menemukan kisah nyata tentang murid-murid Yesus yang mengalami badai di tengah perjalanan. Mereka berada di dalam perahu ketika angin sakal menerpa dan gelombang mengombang-ambingkan perahu. Mereka takut dan panik. Di tengah keadaan itu, Yesus datang berjalan di atas air. Petrus kemudian berkata, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air, tetapi ketika melihat tiupan angin, ia mulai takut dan tenggelam. Ia berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus segera mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkannya (Matius 14:22–33).
Kisah ini menggambarkan kita. Sering kali kita sebenarnya sedang berjalan bersama Tuhan, tetapi perhatian kita beralih dari Yesus kepada badai. Kita mulai memikirkan hari esok: bagaimana kebutuhan akan tercukupi, bagaimana pekerjaan, keluarga, kesehatan, pelayanan, dan berbagai persoalan akan diselesaikan. Kekhawatiran membuat kita menderita sebelum masalah itu benar-benar terjadi.
Yesus berkata, “Janganlah kamu khawatir akan hari besok.” Ini bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Kita tetap perlu bekerja, menabung, belajar, dan mempersiapkan diri. Namun, kita tidak boleh membiarkan masa depan yang belum terjadi mencuri damai sejahtera yang Tuhan berikan untuk hari ini.
Ada tiga
aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:
1.
Serahkan hari esok kepada Tuhan. Ketika pikiran mulai dipenuhi
pertanyaan “Bagaimana nanti?”, berhentilah sejenak dan berdoalah. Katakan,
“Tuhan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi aku tahu Engkau
sudah ada di sana.” Iman berarti mempercayakan sesuatu yang belum kita lihat kepada Allah
yang kita percaya.
2. Fokus
mengerjakan tanggung jawab hari ini. Jangan memikul beban hari
esok sekaligus. Tanyakan kepada diri sendiri: Apa yang Tuhan percayakan
kepadaku untuk kulakukan hari ini? Kerjakan dengan setia. Kesusahan hari
ini sudah cukup; jangan menambahkan beban yang belum Tuhan berikan.
3. Ingat kembali pertolongan Tuhan di masa lalu. Ketika takut menghadapi masa depan, ingatlah bagaimana Tuhan pernah menolongmu. Bukankah ada masa ketika engkau berpikir tidak akan mampu melewatinya, tetapi ternyata Tuhan membuka jalan? Kesetiaan Tuhan kemarin menjadi alasan untuk percaya kepada-Nya hari ini dan esok.
Saudara, hari esok memang belum kita miliki, tetapi Tuhan sudah memilikinya. Karena itu, jangan biarkan kekhawatiran tentang sesuatu yang belum terjadi merampas sukacita hari ini. Pegang tangan Tuhan, lakukan bagianmu dengan setia, dan percayakan sisanya kepada-Nya.
Doa:
Tuhan Allah yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau selalu menyertai hidup kami. Ampuni kami ketika terlalu sering mengkhawatirkan hari esok dan melupakan bahwa Engkau memegang masa depan kami. Ajarlah kami untuk hidup setia hari demi hari, melakukan tanggung jawab kami dengan sungguh-sungguh, dan menyerahkan segala kekhawatiran kepada-Mu. Berikan kami hati yang tenang, iman yang teguh, dan keberanian menghadapi setiap hari bersama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Jangan Khawatir tentang Hari Esok"