Berjalan Bersama Tuhan Menuju Masa Depan

Berjalan Bersama Tuhan Menuju Masa Depan

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5–6).

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 46-48

Kitab Amsal tidak banyak menyajikan kisah naratif seperti kitab-kitab sejarah. Namun, di dalamnya terdapat gambaran nyata tentang kehidupan sehari-hari melalui nasihat seorang ayah kepada anaknya. Amsal 3 menggambarkan seorang anak yang sedang dibentuk untuk menjalani kehidupan dengan hikmat. Ia diajar untuk tidak hanya mengandalkan pikirannya sendiri, tetapi mempercayakan hidup kepada Tuhan.

Nasihat tersebut sangat relevan ketika seseorang memikirkan masa depan. Kita sering ingin mengetahui apa yang akan terjadi, menentukan semua langkah sendiri, dan memastikan setiap keputusan menghasilkan sesuatu yang baik. Namun, Amsal 3:5–6 mengingatkan bahwa kehidupan bersama Tuhan bukanlah perjalanan dengan mengandalkan kemampuan manusia semata. Berjalan menuju masa depan berarti belajar mempercayai Tuhan dalam setiap langkah.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Percayalah kepada Tuhan, Bukan kepada Ketakutan. “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri”Amsal 3:5. Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita tidak boleh membuat perencanaan. Sebaliknya, kita tetap menggunakan akal, mempertimbangkan pilihan, dan mempersiapkan masa depan. Namun, kita menyadari bahwa pengetahuan kita terbatas, sedangkan Tuhan mengetahui keseluruhan perjalanan.

2. Libatkan Tuhan dalam Setiap Langkah. “Akuilah Dia dalam segala lakumu...” (Amsal 3:6a). Mengakui Tuhan berarti memberikan tempat kepada-Nya dalam seluruh kehidupan, bukan hanya dalam kegiatan gereja atau saat menghadapi masalah. Tuhan harus dilibatkan dalam pekerjaan, hubungan, penggunaan waktu, keuangan, keputusan, dan rencana masa depan.

3. Percayalah Tuhan Akan Menuntun Jalan. “...maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:6b). “Meluruskan jalan” tidak berarti Tuhan menjanjikan bahwa perjalanan hidup selalu mudah atau bebas dari masalah. Jalan bersama Tuhan tetap dapat melewati tantangan, kegagalan, penantian, dan ketidakpastian. Namun, kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan menyertai dan menuntun langkah kita.

Masa depan memang penuh dengan hal yang belum kita ketahui. Namun, kita tidak harus berjalan sendirian. Amsal 3:5–6 mengajarkan tiga sikap penting: percaya kepada Tuhan, melibatkan Tuhan dalam setiap langkah, dan mempercayai tuntunan-Nya.

Kita tidak perlu mengetahui seluruh jalan untuk dapat melangkah. Kita hanya perlu percaya kepada Dia yang mengetahui tujuan perjalanan.

Berjalanlah bersama Tuhan. Masa depan mungkin belum terlihat, tetapi tangan Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita.

Doa:

Tuhan Allah yang penuh kasih, kami menyerahkan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. Ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu dengan segenap hati dan tidak hanya mengandalkan pengertian kami sendiri. Libatkanlah diri-Mu dalam setiap keputusan dan langkah kehidupan kami. Ketika kami takut menghadapi hari esok, berikanlah keberanian. Ketika kami bingung menentukan arah, berikanlah hikmat. Dan ketika jalan terasa sulit, teguhkanlah iman kami bahwa Engkau tetap menyertai kami. Luruskanlah jalan kami sesuai kehendak-Mu dan tuntunlah kami sampai kepada tujuan yang telah Engkau tetapkan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

 

Post a Comment for "Berjalan Bersama Tuhan Menuju Masa Depan"

Translate