Tetap Mengasihi di Tengah Kebencian
Tetap Mengasihi di
Tengah Kebencian
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu" (Lukas 6:27-28).
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 40-45
Salah satu kisah nyata yang mengagumkan dalam Perjanjian Baru adalah kisah tentang Stefanus, martir pertama gereja mula-mula. Ketika ia diadili secara tidak adil dan dirajam sampai mati oleh orang-orang yang membencinya, Stefanus tidak membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, ia berdoa, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka” (Kis. 7:60). Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Stefanus memilih mengasihi mereka yang menganiayanya. Sikapnya mencerminkan teladan Yesus Kristus yang juga berdoa bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya.
Mengasihi orang yang mengasihi kita bukanlah hal yang sulit. Namun, mengasihi orang yang menyakiti, memfitnah, atau membenci kita adalah tantangan yang sangat besar. Karena itulah Yesus memberikan perintah ini. Kasih yang diajarkan Kristus bukanlah kasih yang bergantung pada perlakuan orang lain, melainkan kasih yang bersumber dari Allah.
Dalam Lukas 6:27-28, Yesus memberikan tiga tindakan yang sangat konkret: mengasihi musuh, berbuat baik kepada orang yang membenci kita, dan mendoakan mereka yang mencaci atau mengutuk kita. Dunia mengajarkan balas dendam, tetapi Kerajaan Allah mengajarkan kasih. Dunia berkata, “Balaslah sesuai perlakuan mereka,” tetapi Kristus berkata, “Kasihilah mereka.”
Kasih seperti ini bukan tanda kelemahan, melainkan bukti kedewasaan rohani. Ketika kita memilih mengampuni dan mengasihi, kita sedang menunjukkan karakter Kristus dalam hidup kita. Bahkan, kasih yang tulus sering kali menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk melunakkan hati orang lain dan membawa pemulihan hubungan.
Ada tiga aplikasi praktis
yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Berdoalah bagi orang yang menyakiti Anda. Jangan hanya berdoa untuk diri
sendiri. Sebut nama mereka
di hadapan Tuhan dan mintalah agar Tuhan memberkati, mengubahkan, serta
menolong mereka.
2. Tolak keinginan untuk membalas. Ketika disakiti, serahkan perkara itu
kepada Tuhan. Pilih respons yang penuh kasih dan pengendalian diri daripada
kata-kata atau tindakan yang melukai.
3. Lakukan kebaikan secara nyata. Carilah kesempatan untuk menunjukkan perhatian, bantuan, atau keramahan kepada orang yang mungkin tidak memperlakukan Anda dengan baik. Kasih sejati terlihat melalui tindakan.
Mengasihi di tengah kebencian memang tidak mudah, tetapi melalui pertolongan Roh Kudus, kita dimampukan untuk melakukannya. Ketika kita memilih kasih daripada kebencian, kita sedang menjadi saksi yang hidup tentang kuasa Injil Kristus.
Doa:
Bapa Surgawi, terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar kepada kami. Ajarlah kami untuk mengasihi seperti Engkau telah mengasihi kami. Ketika kami menghadapi kebencian, penolakan, atau perlakuan yang tidak adil, berikan kami hati yang lembut untuk mengampuni dan kekuatan untuk tetap berbuat baik. Tolong kami agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi menjadi pembawa damai dan kasih Kristus di mana pun kami berada. Penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu sehingga kehidupan kami memancarkan karakter Yesus setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Tetap Mengasihi di Tengah Kebencian"