Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Menyerah, Mujizat Masih Ada

Jangan Menyerah, Mujizat Masih Ada

“Kata Yesus: ‘Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?’” (Yohanes 11:40).

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 38-39

Pada masa Perjanjian Lama, bangsa Israel pernah menghadapi situasi yang tampaknya mustahil. Ketika mereka keluar dari Mesir dan tiba di tepi Laut Teberau, keadaan sangat menegangkan. Di depan mereka terbentang lautan yang luas, sementara di belakang mereka pasukan Firaun datang mengejar dengan kereta-kereta perang yang kuat. Secara manusia, tidak ada jalan keluar. Ketakutan dan kepanikan memenuhi hati mereka.

Namun, Musa berkata kepada bangsa itu, “Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN” (Keluaran 14:13). Ketika Israel memilih percaya kepada Tuhan, mujizat terjadi. Laut terbelah dan mereka berjalan di tanah yang kering. Apa yang tampak mustahil bagi manusia ternyata mungkin bagi Allah.

Kisah yang sama terlihat dalam Yohanes 11. Lazarus telah mati empat hari lamanya. Secara manusia, tidak ada lagi harapan. Marta dan Maria telah kehilangan saudaranya. Bahkan ketika Yesus memerintahkan batu penutup kubur disingkirkan, Marta mengingatkan bahwa mayat Lazarus sudah berbau. Namun Yesus mengarahkan perhatian Marta kepada iman, bukan kepada keadaan. Ia berkata, “Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah.”

Sering kali kita berada dalam situasi seperti Marta. Kita melihat masalah yang terlalu besar, pintu yang tertutup, kesehatan yang menurun, ekonomi yang sulit, pelayanan yang tidak berkembang, atau keluarga yang sedang mengalami pergumulan. Kita mulai berpikir bahwa semuanya sudah terlambat. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa kuasa-Nya tidak dibatasi oleh keadaan. Ketika manusia berkata “tidak mungkin”, Tuhan masih dapat bekerja dengan cara yang ajaib.

Percaya bukan berarti menutup mata terhadap kenyataan, melainkan memandang kenyataan melalui kacamata kuasa Allah. Lazarus memang mati, tetapi Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Laut Teberau memang menghalangi Israel, tetapi Tuhan sanggup membelahnya. Masalah kita mungkin nyata, tetapi Tuhan tetap berdaulat atas semuanya.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

Pertama, jangan berhenti berdoa meskipun keadaan belum berubah. Doa adalah pernyataan iman bahwa Tuhan masih bekerja di balik situasi yang belum kita mengerti.

Kedua, fokus pada janji Tuhan, bukan pada besarnya masalah. Semakin kita memandang masalah, semakin besar ketakutan kita. Semakin kita memandang Tuhan, semakin kuat iman kita.

Ketiga, tetap melangkah dalam ketaatan. Marta harus membiarkan batu kubur disingkirkan sebelum melihat mujizat. Ketaatan sering kali menjadi langkah pertama menuju pekerjaan Tuhan.

Hari ini, apa pun pergumulan yang sedang Anda hadapi, jangan menyerah. Tuhan yang membuka Laut Teberau dan membangkitkan Lazarus masih bekerja sampai sekarang. Mungkin pertolongan-Nya belum terlihat, tetapi kuasa-Nya tidak pernah berkurang. Tetaplah percaya, sebab mujizat masih ada dan kemuliaan Allah masih dapat dinyatakan dalam hidup Anda.

Doa:

Bapa Surgawi yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang sanggup melakukan perkara-perkara besar dan ajaib. Ketika kami menghadapi situasi yang sulit dan tampaknya tidak ada harapan, tolong kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Kuatkan iman kami agar tidak menyerah dan tidak dikuasai oleh ketakutan. Ajarlah kami untuk terus berdoa, berpegang pada janji-Mu, dan hidup dalam ketaatan kepada kehendak-Mu. Biarlah kami melihat kemuliaan-Mu yang dinyatakan dalam hidup kami sesuai dengan waktu dan rencana-Mu yang sempurna. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Jangan Menyerah, Mujizat Masih Ada"

Translate