Tuaian Memang Banyak
Tuaian Memang
Banyak
“Kata-Nya kepada mereka: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Lukas 10:2).
Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 8-10
Pada abad ke-4, ada seorang tokoh gereja bernama Basil dari Kaisarea yang melayani di wilayah Kaisarea. Pada masa itu terjadi kelaparan hebat. Banyak orang miskin terlantar, sakit, dan mati tanpa pertolongan. Banyak orang Kristen hanya sibuk berdebat soal doktrin, tetapi Basil melihat ladang pelayanan yang nyata di depan matanya. Ia mendirikan rumah penampungan, rumah sakit, dapur umum, dan tempat pelayanan bagi orang miskin.
Orang-orang menjuluki kompleks pelayanannya sebagai “Basiliad,” sebuah kota kasih bagi mereka yang menderita. Menariknya, Basil pernah berkata bahwa gereja tidak boleh hanya menjadi tempat orang berkhotbah, tetapi juga tempat orang menjadi jawaban bagi penderitaan dunia. Ia memahami satu hal penting: tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Perkataan Yesus dalam Lukas 10:2 masih sangat relevan hari ini. Dunia penuh dengan orang yang haus kasih, kehilangan arah hidup, terluka secara batin, dan jauh dari Tuhan. Banyak jiwa membutuhkan Injil, tetapi tidak semua orang mau terjun melayani. Banyak orang ingin menikmati berkat Tuhan, tetapi sedikit yang bersedia dipakai Tuhan.
Yesus tidak berkata bahwa tuaian itu sedikit. Justru tuaian itu banyak. Artinya,, kesempatan pelayanan yang terbuka sangat luas. Di keluarga ada jiwa yang perlu didoakan. Di kampus ada teman yang membutuhkan pengharapan. Di media sosial ada orang yang diam-diam sedang bergumul dengan depresi dan kesepian. Bahkan di gereja sendiri masih banyak orang yang perlu dikuatkan.
Masalah utama bukan kurangnya ladang, melainkan kurangnya pekerja. Karena itu, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja baru. Menariknya, sering kali jawaban dari doa itu adalah diri kita sendiri. Tuhan tidak selalu mencari orang paling hebat, tetapi orang yang bersedia.
Berikut tiga
aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:
Pertama,
mulailah melayani dari hal kecil. Tidak semua orang dipanggil berkhotbah di
mimbar, tetapi setiap orang bisa menjadi saluran kasih Tuhan melalui perhatian,
doa, dan pertolongan sederhana.
Kedua,
jadikan doa sebagai bagian dari misi. Doakan jiwa-jiwa yang belum mengenal
Kristus, para pelayan Tuhan, misionaris, dan gereja-gereja yang sedang melayani
di tempat sulit.
Ketiga, gunakan talenta dan media yang dimiliki untuk Tuhan. Era digital membuka ladang pelayanan baru. Satu konten rohani, satu pesan penguatan, atau satu tindakan kasih dapat dipakai Tuhan untuk menjangkau banyak orang.
Tuhan masih mencari pekerja bagi tuaian-Nya. Pertanyaannya bukan apakah ladangnya ada, tetapi apakah kita mau diutus.
Doa:
Tuhan Allah yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau masih memberi kesempatan kepada kami untuk menjadi pekerja di ladang-Mu. Ampuni kami jika selama ini kami terlalu sibuk dengan diri sendiri dan kurang peduli terhadap jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan-Mu. Berikan kami hati yang peka, keberanian untuk melayani, dan kasih yang nyata kepada sesama. Pakailah hidup kami menjadi alat bagi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Tuaian Memang Banyak"