Prioritas Utama Keluarga Kristen
Prioritas Utama Keluarga Kristen
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 2-5
Pada abad ke-19, ada sebuah keluarga misionaris terkenal dari Inggris, yaitu keluarga Hudson Taylor, pendiri pelayanan misi ke Tiongkok melalui China Inland Mission. Dalam berbagai catatan sejarah pelayanan, keluarga ini hidup dengan sangat sederhana. Mereka sering mengalami kekurangan makanan, ancaman penyakit, bahkan penolakan dari masyarakat sekitar. Namun ada satu prinsip yang tidak pernah mereka tinggalkan: mengutamakan Kerajaan Allah lebih daripada kenyamanan pribadi.
Suatu ketika, kondisi ekonomi keluarga mereka sangat sulit. Persediaan makanan hampir habis, sementara kebutuhan pelayanan terus meningkat. Dalam keadaan itu, Hudson Taylor dan istrinya tetap memilih membantu orang-orang miskin yang lebih membutuhkan. Secara manusia, keputusan itu tampak tidak masuk akal.
Tetapi beberapa hari kemudian, pertolongan datang melalui seseorang yang mengirimkan bantuan tanpa diminta. Kisah ini menjadi bukti bahwa ketika keluarga mengutamakan Tuhan, Tuhan tidak pernah lalai memelihara kehidupan mereka.
Matius 6:33 bukan sekadar ayat hafalan. Ayat ini adalah prinsip hidup keluarga Kristen. Yesus tidak berkata “carilah harta dahulu,” “carilah kenyamanan dahulu,” atau “carilah popularitas dahulu.” Kristus menegaskan bahwa prioritas utama orang percaya adalah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Kata “dahulu” menunjukkan urutan prioritas. Banyak keluarga Kristen hancur bukan karena kurang uang, tetapi karena Tuhan tidak lagi ditempatkan di posisi utama.
Keluarga yang sehat secara rohani adalah keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai pusat keputusan, pusat kasih, dan pusat masa depan mereka. Dunia modern mendorong keluarga untuk sibuk mengejar materi, status sosial, dan ambisi pribadi. Namun, tanpa Tuhan, semua itu dapat berubah menjadi kekosongan yang melelahkan. Seperti yang dikatakan oleh teolog A.W. Tozer, “Apa pun yang berada di posisi pertama dalam hidup kita sebenarnya adalah Tuhan kita.” Pernyataan ini menjadi refleksi penting bagi setiap keluarga Kristen.
Berikut tiga aplikasi praktis yang
dapat dilakukan keluarga Kristen, yaitu:
Pertama, bangun
mezbah keluarga setiap hari. Luangkan waktu untuk berdoa bersama, membaca Firman
Tuhan, dan saling menguatkan secara rohani. Rumah yang dipenuhi doa akan lebih
kuat menghadapi badai kehidupan.
Kedua, utamakan
keputusan berdasarkan kehendak Tuhan. Dalam pekerjaan, pendidikan anak,
keuangan, dan pelayanan, tanyakan terlebih dahulu: “Apakah ini memuliakan
Tuhan?”
Ketiga, ajarkan anak mencintai Tuhan lebih dari dunia. Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari teladan. Ketika mereka melihat orang tua mengutamakan Tuhan, mereka akan bertumbuh dengan fondasi iman yang kuat.
Keluarga Kristen dipanggil bukan hanya untuk hidup bersama, tetapi untuk berjalan bersama menuju kehendak Allah. Ketika Kerajaan Allah menjadi prioritas utama, Tuhan sanggup memelihara, memberkati, dan menuntun keluarga melewati setiap musim kehidupan.
Doa:
Tuhan Allah yang penuh kasih, ajarlah keluarga kami untuk selalu mengutamakan Engkau di atas segala sesuatu. Jangan biarkan kami lebih mengejar dunia daripada mengejar hadirat-Mu. Bentuklah rumah tangga kami menjadi keluarga yang takut akan Tuhan, setia kepada Firman-Mu, dan hidup bagi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Prioritas Utama Keluarga Kristen"