Damai Sejahtera Allah Bagi Kita
Damai Sejahtera Allah Bagi Kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema damai sejahtera Allah bagi kita, diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat di kota Filipi. Demikianlah sabda Tuhan, “Janganlah kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:6–7).
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Timotius 1-4
Suatu malam, seorang ibu muda di Jakarta duduk di ruang tamu rumah sakit dengan wajah letih. Anak semata wayangnya baru saja masuk ICU karena demam tinggi yang tak kunjung turun. Selama berjam-jam ia menunggu sambil menahan air mata. Namun di tengah rasa takut dan kekhawatirannya, seorang perawat Kristen menghampirinya dan berkata pelan, “Bu, kita sudah lakukan yang terbaik. Sekarang kita percayakan sisanya pada Tuhan. Dia pegang anak Ibu.”
Anehnya, kalimat sederhana itu justru membuat hatinya tenang. Bukan karena semua masalah langsung selesai, tetapi karena ia merasa Tuhan hadir tepat di tengah kekalutannya. Beginilah cara damai sejahtera Allah bekerja, bukan dengan menghilangkan badai, tetapi dengan menghadirkan ketenangan di dalamnya.
Paulus
menulis Filipi 4:6–7 bukan dari tempat nyaman, melainkan dari penjara.
Ironisnya, justru dari ruang gelap itulah ia mengajarkan jemaat untuk tidak
hidup dalam kekhawatiran. Kata khamērizō (μεριμνάω) dalam bahasa Yunani untuk
“khawatir” menunjuk pada hati yang “terbelah” atau “ditarik ke berbagai arah.”
Itulah yang sering terjadi pada kita: pikiran melayang ke masa depan, hati
gelisah, tubuh lelah, semua terasa tidak stabil.
Namun firman Tuhan memberi resep ilahi: doa, permohonan, dan ucapan syukur. Ketiganya bukan sekadar ritual, tetapi sikap menyerahkan kendali kepada Allah. Ketika kita membawa segala hal kepada Tuhan, damai sejahtera-Nya mengalir. Paulus menyebut damai itu sebagai eirēnē (εἰρήνη), bukan sekadar tenang sesaat, tetapi shalom Allah yang memelihara dan menjaga hati kita seperti benteng yang tidak bisa ditembus.
Damai ini “melampaui segala akal” karena sering muncul justru pada saat yang secara logika seharusnya membuat kita hancur. Saat dunia berkata, “Sudah pasti panik,” Allah berkata, “Aku memelihara engkau.” Saat orang berkata, “Mustahil tenang,” Roh Kudus berbisik, “Aku hadir.”
Hari ini, apa yang sedang menarik hatimu ke segala arah? Ekonomi? Kesehatan? Keluarga? Masa depan? Ingatlah: damai sejahtera Allah bukan untuk orang yang hidup tanpa masalah, tetapi untuk mereka yang mau menyerahkan seluruh pergumulan kepada Kristus.
Doa:
Tuhan, ajarilah kami untuk tidak tenggelam dalam kekhawatiran. Kami menyerahkan setiap beban hidup kami ke dalam tangan-Mu. Penuhilah hati dan pikiran kami dengan damai sejahtera-Mu yang melampaui segala akal. Jagailah langkah kami hari demi hari, dan mampukan kami percaya bahwa Engkau selalu memelihara kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Damai Sejahtera Allah Bagi Kita"