Translate

Belajar Dari Keberhasilan Ishak

Belajar dari keberhasilan Ishak ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari kitab Kejadian 26:1-4. Perkataan manusia tidak mampu merubah situasi, hikmat manusia tidak bisa merubah keadaan serta filsafat manusia tidak dapat merubah kondisi.

Tetapi sepatah kata dari Firman Allah mampu merubah situasi, keadaan dan kondisi kita karena ada kuasa dalam Firman Allah. Seperti pada peristiwa Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di kapernaum. Hanya dengan perkataan Firman Allah maka sembuhlah hamba dari perwira kapernaum itu.

Keberhasilan adalah suatu hal yang sangat diidamkan oleh semua orang. Tidak ada seorangpun yang mau gagal, semua ingin berhasil dalam kehidupannya. Tuhan ingin kita berhasil dalam perjalanan kehidupan kita (Mazmur  1:3). Ia tidak pernah merancangkan kegagalan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Rancangan Allah bagi umatNya yaitu masa depan yang penuh harapan.


Ishak adalah seorang yang berhasil meraih keberhasilan di masa paceklik, masa yang sukar karena ia diberkati oleh Tuhan. Secara perhitungan manusia, secara logika tidak mungkin dimasa yang sukar orang menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya (Kejadian 26:13). Tetapi itulah yang dialami oleh Ishak. Adapun yang menjadi rahasia keberhasilan Ishak yaitu :

1. Menaruh hidupnya dibawah otoritas Firman Allah.
Ketika ia taat, tunduk, setia dan dengar-dengaran kepada Firman Allah maka keberhasilan menjadi miliknya. Ia taruh hidupnya dibawah otoritas Firman Allah karena Firman Allah adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya (Roma 1 : 16).

Isak adalah orang yang dengar-dengaran. Pada waktu itu terjadi kelaparan di Istrael dan Tuhan menyuruh Isak tinggal di Gerar. Melihat kondisi negeri Gerar tidak mungkin ia berhasil, tetapi pada saat ia taat kepada Firman Allah maka kuasa Firman Allah trjadi dalam hidupnya. Firman Allah adalah kekuatan, kuasa Allah yang sanggup merubah karakter, sikap seseorang.

Apapun keadaan yang kita alami solusinya adalah taat dan tunduk dibawah otoritas Firman Allah. Bukan berarti Ishak lepas dari persoalan karena sebelumnya ia ditolak, diusir oleh raja Abimelekh. Ada persoalan, ada ketertolakan yang dialami oleh Ishak, tetapi ia berhasil meraih keberhasilan karena ia menaruh hidupnya dibawah otoritas Firman Allah.

2. Ia bertindak dengan iman.
Kondisi tanah Gerar itu kering maka secara logika manusia tidak mungkin tanah yang kering akan bertumbuh apa yang dia tabor. Tetapi ia bertindak dengan iman sehingga menaburlah ia dan mendapat hasil 100kali lipat (Kejadian 26:12).

Tidak percuma apa yang kita tabur untuk Tuhan, asal kita beri dengan iman. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak-sorai (Mazmur 126:5). Seperti halnya janda di safrat yang dipelihara oleh Tuhan pada masa kelaparan karena ia taat dan tunduk pada Firman Allah maka ia diberkati dan menikmati keberhasilan.

3. Ia membangun mezbah
Rahasia keberhasilan Ishak karena ia membangun mezbah (Kejadian 26:25). Apakah ada mezbah yang kita bangun setiap hari dalam hidup kita? Apakah ada doa-doa yang selalu kita panjatkan dihadapan Tuhan? Kunci dari segala pergumulan hidup ketika kita datang dikaki Tuhan maka setiap beban akan terlepas.

Bangunlah mezbah doa itu untuk kita dan keluarga. Karena setan ingin menghancurkan keluarga Kristen. Setan tidak ingin melihat keluarga Kristen diberkati. Makanya kita harus bangun mezbah doa setiap hari. Datanglah dikaki Tuhan untuk memuji dan menyembahNya selalu dalam hidup kita. Yang paling mengerti hidup kita, keperluan dan pergumulan kita adalah Tuhan.


Ia adalah Tuhan yang memperdulikan kita. Ishak adalah orang yang suka bergaul, bercakap dan berkenan kepada Tuhan sehingga ia dapat meraih keberhasilan. Kalau kita ingin berhasil, sukses seperti apa yang dialami Ishak maka lakukanlah ke 3 hal tersebut yaitu: 1) Menaruh hidup kita dibawah Otoritas Firman Allah. 2) Bertindak dengan iman. 3) Bangunlah mezbah doa setiap hari.

Post a Comment for "Belajar Dari Keberhasilan Ishak"