Jangan Berhenti Berdoa Sampai Ada Jawaban - Khotbah Kristen
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Berhenti Berdoa Sampai Ada Jawaban

Jangan berhenti berdoa sampai ada jawaban – Setiap umat Tuhan ketika berdoa kepada Tuhan, ia ingin agar doanya dijawab oleh Tuhan. Namun, acap kali doanya belum dijawab, kebanyakan sudah berhenti berdoa. Pada hal Tuhan Yesus sudah menegaskan agar kita jangan berhenti di dalam berdoa – Lukas 18:1. Dalam nada yang hampir sama rasul Paulus juga memberi motivasi supaya kita tetap berdoa – 1 Tesalonika 5:17.

Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: Bagaimana caranya supaya kita dapat memperoleh jawaban atas doa-doa kita? Berikut beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu:

1. Berdoa secara terus-menerus.
Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya tentang doa, menegaskan demikian: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” – Matius 7:7. Ayat tersebut member petunjuk dan jaminan serta motivasi kepada kita untuk berdoa secara terus-menerus. Bukan Cuma sekali, dua kali, atau tigas kali. Ketika kita secara terus-menerus berdoa, maka pasti kita akan menerima apa yang menjadi permintaan kita.


Nabi Yeremia dalam upaya memotivasi bangsa Israel untuk menaikkan doa secata terus menerus, menulis demikian: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui” – Yeremia 33:3. Bagian firman Tuhan tersebut memberikan jalan kepada kita bahwa Allah akan menjawab doa kita bilamana kita secara terus-menerus berdoa kepada-Nya. Allah sendiri akan menyingkapkan segala sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, ketika kita secara konsisten dan bersinambung berdoa kepada-Nya.

2. Lakukan doa yang penuh penyerahan kepada Tuhan.
Mengapa kita harus berdoa dengan penuh penyerahan kepada Tuhan? Jawabannya kita bias temukan dalam kitab yang ditulis oleh nabi Yesaya yang mengatakan bahwa: “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” – Yesaya 55:9. Jalan dan kehendak Tuhan sangat jauh berbeda dengan jalan dan kehendak kita. Inilah yang menjadi alasan bagi kita untuk berdoa dalam penyerahan diri penuh kepada Allah.
Tuhan Yesus ketika akan menghadapi penyiksaan salib, Ia juga berdoa dengan penuh penyerahan diri kepada Allah Bapa-Nya. Doa Yesus tersebut ditulis oleh penulis Injil Matius demikian: “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” – Matius 26:39.

3. Menyadari kepastian jawaban dari Tuhan.
Pada saat kita berdoa, memang adakalanya kita tergoda dan meragukan Tuhan apakah Dia akan menjawab doa kita atau tidak. Oleh karena itu, kita harus menyadari akan kepastian jawaban doa dari Tuhan. Mengapa demikian? Rasul Paulus menulis demikian: “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” – 1 Korintus 2:9. Tuhan menjawab doa kita melampaui pengetahuan dan pengertian kita. Bahkan di luar dari jangkauan penglihatan kita, pendengaran kita dan yang tidak pernah ada di dalam hati kita. Jawaban Tuhan selalu tersedia bagi kita dan hal tersebut sangat pasti terjadi di dalam hidup kita ketika kita tidak berhenti berdoa kepada-Nya.

Oleh karena itu, janganlah kita cepat berhenti sebelum doa-doa kita dijawab oleh Tuhan. Kita adalah anak-anak-Nya dan Dia sangat mengasihi kita. Itu sebabnya Dia tidak akan pernah membiarkan doa-doa kita berlalu begitu saja. Dia pasti menjawab doa kita selama kita terus berdoa kepada-Nya; berserah penuh ke dalam kuasa-Nya dan dengan sikap yang pasti bahwa Dia pasti menjawab doa kita, maka hal itu akan terjadi bagi kita. Amin.