Translate

MEWASPADAI AJARAN YANG MENYESATKAN

Secara teologis, memang patut diakui bahwa ajaran sesat selalu ada di mana-mana dan dalam segala zaman. Apa lagi menjelang akhir zaman, pasti bermunculan beragam ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah yang tertulis yaitu Alkitab. 

Hal tersebut sudah dikatakan baik oleh para nabi dalam Perjanjian Lama maupun para rasul dalam Perjanjian Baru. Yudas menulis demikian: "Menjelanf akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka" Yudas 1:18. 

Oleh sebab itu, sebagai murid dan pengikut serta yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus harus selalu waspada, sehingga tidak terjebak dan menyimpang dari kebenaran firman Allah yang tertulis yaitu Alkitab. Iblis dan antek-anteknya akan menyusun siasat guna menjerat dan menjerumuskan orang-orang percaya yang tidak waspada. 

Pertanyaan penting ialah: "Bagaimana caranya supaya kita sebagai orang percaya tidak terjerumus ke dalam ajaran yang menyesatkan itu? Ada beberapa hal yang patut kita lakukan, yaitu: 

1. Membangun hidup dan menambah pengetahuan akan kebenaran firman Tuhan. 
Untuk bisa mewaspadai ajaran sesat, kita harus membangun hidup dan menambah pengetahuan kita akan firman Tuhan. Tujuannya agar kita tidak gampang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran dan filsafat manusia yang sia-sia. 

Lebih dari itu, kita juga bisa mengenal bentuk-bentuk ajaran-ajaran sesat. Alkitab sudah memberitahukan tentang tanda-tanda dari ajaran sesat itu. "Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus" - Yudas 1:19. 

Ada tiga ciri dari pengajar sesat dari bagian firma Tuhan tersebut, yaitu: 

pertama, memecah belah kesatuan tubuh Kristus dengan menghadirkan ajaran-ajaran menyimpang; 
kedua, dikuasai oleh keinginan dunia ini, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup; 
ketiga, hidup di luar pimpinan Roh Kudus atau Roh Kudus tidak ada dalam hidupnya. Setinggi apapun nilai dan seluhur bagaimanapun ajaran yang disampaikan, kalau dampaknya membuat gereja terpecah-belah, membuat kita saling bermusuhan, membuat kasih diantara kita menjadi dingin, maka ajaran itu harus ditolak secara tegas. 

Sebab ajaran yang benar dan alkitabiah berdampak positif, membuat kasih semakin bertumbuh, membuat relasi menjadi harmonis, membuat iman bertumbuh dan damai sejahtera itu melimpah dalam persekutuan gereja atau tubuh Kristus. Karena dimana ada kebenaran, maka disitu akan tumbuh damai sejahtera. 

2. Membangun hidup dalam ajaran iman Kristen "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus" - Yudas 1:20. 
Dari bagian firman Tuhan tersebut, menunjukkan bahwa ada tanggung jawab personal untuk membangun hidup spiritual yang sesuai dengan ajaran Alkitab. Itulah cara agar kita tetap teguh ditengah pusaran angin pengajaran yang menyesatkan. 

Dibutuhkan tekad yang bulat dan komitmen yang tinggi untuk serius mempelajari Alkitab. Sebab jika tidak sungguh-sungguh belajar firman Tuhan, maka akan mudah terbawah arus, tidak punya dasar pijak yang kokoh dan akhirnya menjadi pengikut ajaran sesat. Oleh karena itu, berdoalah mintalah bimbingan Roh Kudus supaya selalu diberi hikmat dalam mempelajari Alkitab. 

3. Membangun hidup di dalam kasih.
"Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" - Yudas 1:21. Pengajar sesat selalu menghancurkan, memecah belah persekutuan, hidup dalam dendam, akar pahit dan tidak ada kasih di dalamnya. Tetapi ajaran yang benar dan Alkitabiah selalu ditandai dengan kasih yang hangat di antara sesama tubuh Kristus. Ada empati dan simpati satu terhadap yang lain. Ada saling care seorang akan yang lain. Itulah buah dari kebenaran. Bahkan buah-buah roh akan tumbuh semakin nyata dalam persekutuan gereja - Galatia 5:22-23.

Post a Comment for "MEWASPADAI AJARAN YANG MENYESATKAN"