Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya

Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10).

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 26-29

Dalam Injil Yohanes, kita menemukan kisah tentang seorang anak kecil yang membawa lima roti jelai dan dua ikan ketika orang banyak mengikuti Yesus (Yohanes 6:1–15). Secara manusia, bekal itu sangat sederhana dibandingkan dengan kebutuhan lebih dari lima ribu orang. Namun, anak itu menyerahkan apa yang dimilikinya kepada Yesus.

Yang menarik, anak tersebut tidak membawa sesuatu yang besar. Ia hanya membawa bekal sederhana. Tetapi melalui sesuatu yang kecil itu, Tuhan melakukan perkara yang besar. Lima roti dan dua ikan menjadi bagian dari mukjizat yang menunjukkan kuasa Yesus. Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak selalu pertama-tama melihat seberapa besar yang kita miliki, tetapi bagaimana kita setia menggunakan apa yang dipercayakan kepada kita.

Lukas 16:10 memberikan prinsip yang sangat jelas: orang yang dapat dipercaya dalam perkara kecil adalah orang yang juga dapat dipercaya dalam perkara besar.

Sering kali kita berpikir bahwa kita akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab ketika memperoleh jabatan besar, uang banyak, atau tanggung jawab yang lebih besar. Padahal karakter justru dibentuk ketika tidak ada yang melihat, ketika tugas yang diberikan tampaknya sederhana, dan ketika tidak ada penghargaan.

Ada tiga aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Setialah dalam tanggung jawab kecil. Jangan meremehkan pekerjaan sederhana. Menepati janji, datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, menjaga perkataan, dan menggunakan sesuatu yang dipercayakan kepada kita dengan baik adalah latihan membangun karakter. Pertanyaan untuk direnungkan: Apakah saya dapat dipercaya dalam hal-hal kecil yang Tuhan dan orang lain percayakan kepada saya?

2. Jujurlah meskipun tidak ada yang melihat. Integritas bukan hanya tentang apa yang kita lakukan di depan orang lain, tetapi juga tentang siapa diri kita ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Orang yang dapat dipercaya tidak membutuhkan pengawasan terus-menerus untuk melakukan yang benar. Ia memilih kejujuran karena menyadari bahwa Tuhan melihat hati.

3. Gunakan kepercayaan untuk melayani. Kepercayaan bukan sekadar penghargaan, tetapi sebuah tanggung jawab. Ketika seseorang mempercayakan waktu, uang, pelayanan, pekerjaan, atau rahasia kepada kita, jangan gunakan kepercayaan itu untuk kepentingan diri sendiri. Yesus mengajarkan bahwa kesetiaan dalam perkara kecil mempersiapkan kita untuk tanggung jawab yang lebih besar.

Mungkin hari ini Tuhan belum memberikan sesuatu yang besar kepada kita. Tetapi jangan berkecil hati. Bisa jadi, Tuhan sedang menguji kesetiaan kita melalui sesuatu yang kecil.

Doa:

Bapa yang penuh kasih, ajarilah aku menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Tolong aku untuk setia dalam perkara-perkara kecil, jujur ketika tidak ada yang melihat, dan bertanggung jawab terhadap setiap kepercayaan yang Engkau berikan. Bentuklah karakterku agar hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa, Amin.🙏

Post a Comment for "Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya"

Translate