Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan
Mengalahkan Kejahatan dengan
Kebaikan
“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Roma 12:21).
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 42-45
Dalam surat Roma, kita menemukan sebuah kisah nyata tentang kehidupan Paulus yang penuh dengan pergumulan dan penolakan. Paulus adalah orang yang dahulu menganiaya pengikut Kristus, tetapi setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan, hidupnya berubah total. Ia kemudian memberitakan Injil yang sebelumnya ia lawan.
Akibatnya, Paulus mengalami penolakan, ancaman, penderitaan, bahkan penganiayaan. Namun, ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, Paulus terus memberitakan kasih karunia dan mendoakan orang-orang yang menentangnya.
Kisah Paulus mengajarkan bahwa kejahatan tidak pernah dapat dihentikan dengan memperbanyak kejahatan. Kebencian tidak akan menghasilkan kasih, dan dendam tidak akan menghasilkan damai. Karena itu, Paulus menasihati jemaat di Roma, “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”.
Kebaikan bukan tanda kelemahan. Kebaikan adalah kekuatan yang lahir dari hati yang telah mengalami kasih Kristus. Ketika seseorang menyakiti kita, respons pertama mungkin adalah membalas. Tetapi Tuhan memanggil kita untuk memilih jalan yang berbeda: mengampuni, mengasihi, mendoakan, dan tetap melakukan yang benar.
Ada tiga aplikasi praktis yang dapat kita lakukan,
yaitu:
1. Jangan membalas ketika disakiti. Ketika seseorang berkata
kasar, merendahkan, atau memperlakukan kita dengan tidak adil, jangan biarkan
emosinya mengendalikan respons kita. Berhentilah sejenak, berdoalah, dan pilih
perkataan yang membangun. Kemenangan bukan ketika kita berhasil membalas,
tetapi ketika kita mampu menjaga hati tetap benar di hadapan Tuhan.
2. Balas kebencian dengan kasih. Kasih tidak berarti
membenarkan kesalahan orang lain. Kasih berarti kita menolak membiarkan
kejahatan mengubah karakter kita. Tetaplah berbuat baik, menolong, dan
menunjukkan kasih meskipun orang lain tidak memperlakukannya dengan cara yang
sama.
3. Doakan orang yang menyakiti kita. Doa mengubah cara kita memandang orang yang menyakiti kita. Ketika kita berdoa bagi mereka, hati kita perlahan dibebaskan dari kepahitan dan dendam. Serahkan penghakiman kepada Tuhan dan percayalah bahwa Dia sanggup bekerja dalam situasi yang tidak dapat kita kendalikan.
Dunia membutuhkan orang-orang percaya yang tidak ikut memperbesar kejahatan, tetapi menghadirkannya dengan kebaikan. Jadilah pribadi yang ketika disakiti tidak membalas, ketika dibenci tetap mengasihi, dan ketika diperlakukan tidak adil tetap memilih hidup benar. Ingatlah: kejahatan mungkin kuat, tetapi kebaikan yang lahir dari kasih Kristus memiliki kuasa untuk memutus rantai kebencian.
Doa:
Bapa sorgawai, ajarlah kami untuk tidak membalas
kejahatan dengan kejahatan. Ketika kami disakiti, berikan kami hati yang mampu
mengampuni. Ketika kami dibenci, mampukan kami tetap mengasihi. Jauhkan kami
dari kepahitan dan dendam. Tolong kami menjadi pribadi yang menghadirkan
kebaikan di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan. Biarlah hidup kami
menjadi kesaksian tentang kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan"