Kasih yang Memulihkan Luka
Kasih yang Memulihkan Luka
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan" (Kolose 3:13-14).
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 17-18
Pernahkah kita membayangkan bagaimana perasaan Petrus setelah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali? Ia adalah murid yang begitu yakin akan kesetiaannya, tetapi pada saat-saat paling menentukan justru gagal. Rasa bersalah, malu, dan penyesalan pasti menghantui hatinya. Namun, setelah kebangkitan-Nya, Yesus tidak datang untuk menghukum Petrus.
Di tepi Danau Galilea, Yesus bertanya tiga kali, "Apakah engkau mengasihi Aku?" (Yohanes 21:15–17). Pertanyaan itu bukan untuk mempermalukan Petrus, melainkan untuk memulihkan hatinya. Kasih Kristus menghapus luka akibat kegagalan dan memberikan kesempatan baru untuk melayani. Petrus yang pernah jatuh kemudian dipakai Tuhan menjadi pemimpin gereja mula-mula yang membawa banyak orang kepada keselamatan.
Kasih seperti itulah yang diajarkan Rasul Paulus dalam Kolose 3:13–14. Orang percaya dipanggil untuk saling mengampuni sebagaimana Kristus telah lebih dahulu mengampuni kita. Mengampuni bukan berarti melupakan semua kesalahan atau menganggap luka itu tidak pernah ada.
Mengampuni adalah keputusan iman untuk menyerahkan rasa sakit kepada Tuhan dan tidak lagi membiarkan kepahitan menguasai hati. Di atas semuanya itu, kasih menjadi pengikat yang menyatukan hubungan yang retak dan menyempurnakan kehidupan bersama.
Luka batin sering kali muncul karena kata-kata yang menyakitkan, pengkhianatan, penolakan, atau perlakuan yang tidak adil. Jika luka itu terus dipelihara, hati menjadi keras dan hubungan dengan Tuhan maupun sesama terganggu. Sebaliknya, ketika kasih Kristus memenuhi hati kita, proses pemulihan mulai terjadi.
Kasih tidak hanya mengubah orang lain, tetapi terlebih dahulu mengubah diri kita menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Pengampunan memang tidak selalu mudah, tetapi melalui pertolongan Roh Kudus, hal yang tampaknya mustahil dapat menjadi mungkin.
Ada tiga
aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:
Pertama, belajar
mengampuni setiap hari. Jangan menunggu orang lain meminta maaf. Ambillah
keputusan untuk melepaskan kepahitan dan menyerahkan seluruh luka kepada Tuhan.
Kedua, tunjukkan
kasih melalui tindakan nyata. Sapa, doakan, atau lakukan kebaikan kepada orang
yang pernah melukai Anda. Kasih menjadi nyata ketika diwujudkan dalam tindakan.
Ketiga, bangun hubungan yang dipenuhi kasih Kristus. Jadikan firman Tuhan dan doa sebagai dasar dalam setiap relasi sehingga kasih Tuhan terus mengalir melalui hidup kita.
Doa:
Bapa di surga, terima kasih karena kasih-Mu telah memulihkan hidup kami melalui Yesus Kristus. Ajarlah kami memiliki hati yang rela mengampuni sebagaimana Engkau telah mengampuni kami. Sembuhkan setiap luka yang masih kami simpan dan lepaskan kami dari akar kepahitan. Penuhi hati kami dengan kasih-Mu sehingga kami mampu mengasihi, memulihkan, dan menjadi saluran damai bagi sesama. Pakailah hidup kami untuk memancarkan kasih Kristus di mana pun kami berada. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Kasih yang Memulihkan Luka"