Jangan Menyerah Sebelum Mujizat Datang
Jangan Menyerah Sebelum Mujizat
Datang
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang
waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9).
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 115-118
Pernahkah Anda merasa sudah berdoa begitu lama, tetapi jawaban Tuhan belum juga datang? Dalam Perjanjian Baru ada sebuah kisah yang sangat menguatkan tentang seorang perempuan yang mengalami perdarahan selama dua belas tahun (Markus 5:25-34). Ia telah menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat kepada banyak tabib, namun keadaannya justru semakin memburuk.
Secara manusia, ia memiliki banyak alasan untuk menyerah. Namun, ia memilih tetap berharap. Ketika mendengar Yesus sedang lewat, ia menerobos kerumunan orang dan berkata dalam hatinya, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Iman yang tidak menyerah itu menghasilkan mujizat. Seketika itu juga penyakitnya lenyap, dan Yesus berkata, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Galatia 6:9 mengajarkan bahwa orang percaya tidak boleh lelah melakukan yang baik dan tetap setia menantikan waktu Tuhan. Ayat ini tidak mengatakan bahwa hasil akan datang seketika, tetapi menegaskan bahwa pada waktu yang telah Tuhan tetapkan, tuaian pasti diberikan kepada mereka yang tidak menyerah. Penundaan bukanlah penolakan. Sering kali Tuhan sedang membentuk karakter, memperdalam iman, dan mempersiapkan berkat yang lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Ada tiga
hal praktis yang dapat kita lakukan, yaitu:
Pertama, tetap
berdoa dengan tekun. Jangan berhenti datang kepada Tuhan hanya karena jawaban
doa belum terlihat. Doa yang dipanjatkan dengan iman tidak pernah sia-sia.
Tuhan mendengar setiap seruan anak-anak-Nya, sekalipun jawaban-Nya datang pada
waktu yang berbeda dari harapan kita.
Kedua, terus
lakukan kebaikan sekalipun belum melihat hasilnya. Jangan biarkan kekecewaan
membuat kita berhenti melayani, mengasihi, atau menolong sesama. Kesetiaan
dalam perkara kecil merupakan bukti bahwa kita percaya Tuhan sedang bekerja di
balik layar.
Ketiga, pelihara pengharapan kepada janji Tuhan. Iman bertumbuh ketika kita terus memenuhi hati dan pikiran dengan firman Tuhan, bukan dengan ketakutan atau keputusasaan. Ingatlah bahwa Tuhan selalu tepat waktu. Apa yang tampak mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah.
Kesabaran bukan berarti Tuhan sedang diam. Justru pada masa penantian itulah Tuhan sedang bekerja dengan cara yang sering kali tidak kita lihat. Jangan mengakhiri perjalanan iman sebelum Tuhan menyatakan karya-Nya. Tetaplah melangkah, tetaplah percaya, dan tetaplah berharap, sebab mujizat Tuhan dapat terjadi pada saat yang tidak pernah kita duga.
Jangan menyerah sebelum mujizat Tuhan datang. Tetaplah setia berdoa, terus berbuat baik, dan pegang teguh pengharapan kepada firman-Nya. Pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, setiap jerih lelah dalam iman akan menghasilkan tuaian yang indah.
Doa:
Bapa di surga, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang setia pada setiap
janji-Mu. Saat kami merasa lelah menanti jawaban doa, kuatkanlah hati kami agar
tidak menyerah. Ajarlah kami untuk tetap tekun
berdoa, setia melakukan kehendak-Mu, dan terus berharap kepada-Mu. Tolong kami memandang setiap
masa penantian sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman. Kami percaya
bahwa pada waktu-Mu yang sempurna Engkau akan menyatakan pertolongan dan
mujizat-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Jangan Menyerah Sebelum Mujizat Datang"