Saat Doa Belum Dijawab
Saat Doa Belum Dijawab
“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Lukas 18:1).
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 29-31
Salah satu kisah nyata yang mengharukan dalam sejarah keluarga bangsa Israel adalah kisah Hana dan Elkana (1 Samuel 1). Hana adalah seorang wanita yang sangat menginginkan seorang anak, tetapi bertahun-tahun ia hidup dalam kekecewaan karena kandungannya tetap tertutup. Keadaan itu semakin menyakitkan karena ia sering menerima hinaan dari Penina, istri Elkana yang lain. Namun, di tengah penderitaan tersebut, Hana tidak meninggalkan Tuhan.
Setiap tahun ia datang ke rumah Tuhan dan mencurahkan isi hatinya dalam doa. Bahkan suatu kali ia berdoa dengan begitu sungguh-sungguh hingga Imam Eli mengira ia sedang mabuk. Bertahun-tahun doa Hana tampaknya belum dijawab, tetapi ia tetap bertekun. Pada waktu yang telah ditetapkan Allah, Hana melahirkan Samuel, yang kemudian dipakai Tuhan menjadi nabi besar bagi Israel.
Kisah Hana mengajarkan bahwa tidak semua doa dijawab seketika. Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita menunggu. Penantian bukanlah tanda bahwa Tuhan tidak mendengar, melainkan bagian dari proses yang dipakai-Nya untuk membentuk iman dan karakter kita.
Dalam Lukas 18:1, Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya agar mereka selalu berdoa dan tidak menjadi tawar hati. Tuhan mengetahui bahwa manusia mudah putus asa ketika jawaban yang diharapkan belum kunjung datang. Kita mungkin telah berdoa untuk kesembuhan, pekerjaan, pemulihan rumah tangga, pelayanan, atau kebutuhan lainnya. Namun, hari berganti hari, bulan berganti bulan, bahkan tahun berganti tahun tanpa perubahan yang terlihat.
Pada saat seperti itulah iman sejati diuji. Berdoa ketika keadaan baik adalah hal yang mudah. Namun, tetap berdoa ketika tidak ada tanda-tanda jawaban membutuhkan kepercayaan yang mendalam kepada Tuhan. Allah tidak pernah terlambat. Dia melihat seluruh gambaran kehidupan kita, sementara kita hanya melihat sebagian kecil saja. Apa yang kita anggap sebagai keterlambatan sering kali merupakan persiapan Tuhan untuk memberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kehendak-Nya.
Karena itu, jangan biarkan doa yang belum dijawab membuat kita menjauh dari Tuhan. Sebaliknya, jadikan masa penantian sebagai kesempatan untuk semakin dekat kepada-Nya. Tuhan yang mendengar doa Hana adalah Tuhan yang sama yang mendengar doa kita hari ini. Dia tetap bekerja, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya.
Tiga aplikasi praktis
yang dapat dilakukan, yaitu:
Pertama, tetaplah
berdoa dengan tekun. Jangan berhenti berdoa hanya karena belum melihat jawaban.
Ketekunan dalam doa menunjukkan kepercayaan kita kepada Allah.
Kedua,
serahkan waktu jawaban kepada Tuhan. Belajarlah menerima bahwa Tuhan memiliki
waktu yang sempurna dan tidak pernah salah dalam bertindak.
Ketiga, gunakan masa penantian untuk bertumbuh. Isi waktu menunggu dengan membaca Firman Tuhan, melayani, dan membangun hubungan yang lebih intim dengan-Nya.
Doa:
Bapa
Surgawi yang penuh kasih, kami bersyukur karena Engkau adalah Allah yang selalu
mendengar setiap doa anak-anak-Mu. Ketika kami menghadapi masa-masa penantian
dan doa kami belum dijawab, kuatkan hati kami agar tidak menjadi lemah dan
putus asa. Ajarlah kami untuk tetap percaya bahwa Engkau sedang bekerja di
balik segala keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap
syukur. Amin.🙏
.png)
Post a Comment for "Saat Doa Belum Dijawab"