Belajar Percaya Melalui Doa
Belajar Percaya
Melalui Doa
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Markus 11:24).
Bacaan Alkitab Setahun: Ester 1-5
Pada masa gereja perdana, orang-orang Kristen sering mengalami penganiayaan yang berat karena iman mereka kepada Kristus. Salah satu kisah yang terkenal tercatat dalam Kisah Para Rasul pasal 12. Ketika rasul Petrus dipenjarakan oleh Raja Herodes dan dijaga dengan sangat ketat, jemaat tidak memiliki kekuatan politik atau militer untuk membebaskannya. Namun, mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih kuat: doa.
Alkitab mencatat bahwa jemaat dengan tekun dan sungguh-sungguh mendoakan Petrus. Malam sebelum ia diadili, Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk membebaskannya secara ajaib dari penjara. Rantai-rantai terlepas, pintu-pintu terbuka, dan Petrus keluar dengan selamat.
Menariknya, ketika Petrus tiba di rumah tempat jemaat berkumpul untuk berdoa, sebagian dari mereka bahkan sulit percaya bahwa Tuhan telah menjawab doa mereka. Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melampaui keterbatasan manusia. Ketika umat Tuhan berdoa dengan iman, Dia sanggup melakukan hal-hal yang mustahil menurut pandangan manusia.
Dalam Markus 11:24, Yesus mengajarkan sebuah prinsip penting tentang doa. Tuhan ingin agar anak-anak-Nya datang kepada-Nya dengan keyakinan, bukan dengan keraguan. Percaya dalam doa bukan berarti memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita, melainkan memiliki keyakinan bahwa Tuhan mendengar, memahami, dan akan memberikan yang terbaik menurut kehendak-Nya.
Sering kali kita berdoa, tetapi hati kita dipenuhi keraguan. Kita meminta pertolongan Tuhan, namun pada saat yang sama kita terus-menerus dikuasai ketakutan. Iman yang diajarkan Yesus bukanlah keyakinan kepada kemampuan diri sendiri, melainkan keyakinan kepada karakter Allah yang setia, penuh kasih, dan berkuasa atas segala sesuatu.
Belajar percaya melalui doa adalah proses seumur hidup. Setiap kali kita berdoa, kita sedang menyerahkan kendali hidup kepada Tuhan dan mengakui bahwa Dia lebih bijaksana daripada kita.
Berikut tiga
aplikasi praktis yang dapat dilakukan, yaitu:
Pertama, berdoalah
berdasarkan janji Firman Tuhan. Iman bertumbuh ketika kita mendasarkan doa pada
kebenaran Firman, bukan hanya pada perasaan atau keadaan yang sedang kita
alami.
Kedua,
serahkan hasilnya kepada Tuhan. Setelah berdoa, jangan terus-menerus hidup dalam
kecemasan. Percayalah bahwa
Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum melihat jawabannya.
Kedua, catat jawaban-jawaban doa yang pernah Tuhan berikan. Mengingat kesetiaan Tuhan di masa lalu akan memperkuat iman kita untuk menghadapi pergumulan yang sedang berlangsung saat ini.
Hari ini mungkin ada pergumulan yang terasa berat. Mungkin ada doa yang sudah lama dinaikkan tetapi belum terjawab. Jangan menyerah. Tuhan yang membebaskan Petrus dari penjara adalah Tuhan yang sama yang bekerja dalam hidup kita hari ini. Teruslah berdoa dan belajarlah percaya kepada-Nya.
Doa:
Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mendengar setiap doa anak-anak-Mu. Ampunilah kami ketika kami lebih banyak dikuasai keraguan daripada iman. Ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu dalam segala keadaan. Tolong kami untuk tetap berdoa dengan tekun dan menyerahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu. Biarlah iman kami semakin bertumbuh dan semakin kuat setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.🙏
.png)
Post a Comment for "Belajar Percaya Melalui Doa"