Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tuhan Sumber Kekuatan Kita

Tuhan Sumber Kekuatan Kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Tuhan sumber kekuatan kita, diambil dari kitab Yesaya. Demikianlah sabda Tuhan, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yesaya 40:29).

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 22-24

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang perawat di ruang ICU yang bekerja hampir tanpa henti selama masa krisis kesehatan. Jam tidurnya berantakan, tubuhnya letih, dan secara emosional ia berada di titik paling rapuh. Suatu malam, setelah menyelesaikan giliran jaga yang panjang, ia duduk sendirian di ruang kecil, menundukkan kepala, dan hanya mampu berdoa singkat, “Tuhan, aku sudah tidak sanggup.”

Menariknya, situasi di sekelilingnya tidak langsung berubah. Namun, keesokan harinya ia bangun dengan kekuatan baru, bukan karena tubuhnya sudah pulih sepenuhnya, melainkan karena hatinya diteguhkan. Ia mampu melayani lagi, melangkah lagi, dan bertahan lagi. Ia menyadari satu hal: kekuatan sejati tidak selalu datang dari kondisi yang ideal, tetapi dari Tuhan yang setia.

Yesaya 40:29 berbicara kepada umat Allah yang sedang mengalami kelelahan kolektif. Mereka berada dalam pembuangan, kehilangan harapan, dan merasa Tuhan jauh. Namun melalui nabi Yesaya, Allah menyatakan karakter-Nya: Dia adalah Allah yang memberi kekuatan, bukan hanya kepada yang kuat, tetapi justru kepada yang lelah dan tidak berdaya. Ini paradoks ilahi yang sering kita lupakan. Dunia berkata, “Kuatlah dulu, baru melangkah.” Tuhan berkata, “Datanglah apa adanya, Aku yang menguatkan.”

Kelelahan bukan tanda kegagalan iman. Lelah adalah bagian dari kemanusiaan kita. Bahkan orang-orang besar dalam Alkitab seperti Elia, Daud, dan Paulus mengalami titik lemah. Namun perbedaannya terletak pada sumber kekuatan mereka. Ketika kita mengandalkan kemampuan sendiri, energi kita terbatas. Tetapi ketika kita bersandar pada Tuhan, kita sedang terhubung dengan sumber yang tidak pernah habis.

Ayat ini juga mengingatkan bahwa Tuhan tidak menuntut kita selalu kuat. Ia tidak menunggu sampai kita “rapi” secara rohani. Justru saat kita mengakui ketidakberdayaan, di situlah anugerah-Nya bekerja paling nyata. Kekuatan dari Tuhan bukan sekadar tenaga fisik, tetapi kekuatan batin: ketenangan di tengah tekanan, pengharapan di tengah ketidakpastian, dan ketekunan di tengah kelelahan.

Hari ini, jika engkau merasa lelah secara fisik, emosional, atau rohani, firman Tuhan ini adalah undangan. Berhentilah sejenak. Datanglah kepada Tuhan. Bukan untuk membuktikan apa pun, tetapi untuk menerima. Tuhan tetap setia menjadi sumber kekuatan kita, kemarin, hari ini, dan selamanya.

Doa

Tuhan yang penuh kasih, kami datang kepada-Mu dengan segala kelelahan dan keterbatasan kami. Engkau mengenal setiap beban yang kami pikul, bahkan yang tidak mampu kami ungkapkan dengan kata-kata. Ajarlah kami untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi bersandar penuh kepada-Mu. Pulihkan hati kami, kuatkan jiwa kami, dan perbaharui semangat kami. Kami percaya, di dalam Engkau selalu ada kekuatan yang baru. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Tuhan Sumber Kekuatan Kita"

Translate