Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hidup Yang Berkenan Kepada Tuhan

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA TUHAN ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hidup yang berkenan kepada Tuhan, diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma. Demikianlah sabda Tuhan, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 16-18

Suatu ketika, ada seorang profesional muda yang dikenal jujur dan rajin. Ia bekerja di sebuah perusahaan besar dengan gaji yang menjanjikan. Namun, suatu hari atasannya memintanya memanipulasi laporan keuangan demi keuntungan perusahaan. Tawaran itu dibungkus rapi: promosi jabatan dan bonus besar. Setelah bergumul semalaman, ia menolak.

Keputusan itu membuatnya kehilangan posisi strategis, bahkan dicap “tidak kooperatif.” Tetapi bertahun-tahun kemudian, integritasnya justru membuka pintu baru, ia dipercaya memimpin sebuah lembaga yang menjunjung nilai kejujuran. Ia pernah berkata, “Saya kehilangan jabatan, tapi saya tidak kehilangan damai sejahtera.”

Kisah ini menolong kita memahami makna hidup yang berkenan kepada Tuhan. Rasul Paulus dalam Roma 12:1 menegaskan bahwa respons yang benar terhadap kemurahan Allah bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan mempersembahkan seluruh hidup sebagai “persembahan yang hidup.” Persembahan ini bukan mati di altar, tetapi hidup setiap hari dalam ketaatan.

Pertama, hidup yang berkenan kepada Tuhan bersumber dari kesadaran akan kemurahan Allah. Kata “karena itu” menunjukkan bahwa etika Kristen lahir dari anugerah, bukan dari usaha manusia untuk menyenangkan Allah. Kita taat bukan supaya dikasihi, tetapi karena sudah dikasihi. Kesadaran ini membebaskan kita dari motivasi yang keliru dan menuntun pada ketaatan yang tulus.

Kedua, mempersembahkan tubuh berarti menyerahkan seluruh aspek kehidupan, yaitu: pikiran, perkataan, tindakan, relasi, dan keputusan. Ibadah sejati tidak berhenti di gedung gereja, tetapi berlanjut di ruang kerja, keluarga, dan masyarakat. Ketika kita memilih kejujuran di tengah tekanan, mengasihi saat disakiti, dan setia saat tidak dilihat orang, di situlah ibadah sejati dinyatakan.

Ketiga, hidup yang berkenan kepada Tuhan bersifat kudus dan berkenan, artinya selaras dengan kehendak-Nya. Kekudusan bukan soal kesempurnaan tanpa cacat, melainkan komitmen untuk terus diperbarui. Setiap hari kita dipanggil untuk berkata, “Tuhan, hidupku milik-Mu, pakailah sesuai kehendak-Mu.”

Roma 12:1 menantang kita untuk menjadikan hidup sebagai altar. Di sanalah keputusan kecil dan besar dipersembahkan. Ketika hidup kita diletakkan di hadapan Allah, dunia mungkin tidak selalu bertepuk tangan, tetapi Tuhan berkenan—dan itu cukup.

Doa
Tuhan Allah yang penuh kemurahan, terima kasih atas anugerah-Mu yang besar dalam hidup kami. Ajarlah kami mempersembahkan seluruh hidup sebagai ibadah yang sejati. Kuduskan pikiran, perkataan, dan tindakan kami agar berkenan di hadapan-Mu. Tolong kami hidup setia di tengah tantangan dan memilih kehendak-Mu di atas segalanya. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.🙏

Post a Comment for "Hidup Yang Berkenan Kepada Tuhan"

Translate