Mulailah Hari dengan Iman - Khotbah Kristen
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mulailah Hari dengan Iman

Mulailah Hari dengan Iman ~ Setiap hari adalah anugerah baru dari Tuhan. Banyak orang memulai hari dengan berbagai cara—ada yang memulainya dengan segelas kopi, ada yang dengan rutinitas olahraga, dan ada pula yang langsung disibukkan dengan pekerjaan. 

Namun, sebagai orang percaya, ada satu kunci penting yang tidak boleh kita abaikan: memulai hari dengan iman. Iman adalah fondasi yang menghubungkan kita dengan kuasa Allah, dan tanpanya kita mudah terombang-ambing oleh kekhawatiran, rasa takut, dan tekanan hidup.

Mazmur 118:24 berkata: “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karena-Nya.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap hari adalah ciptaan Tuhan, dan kita dipanggil untuk menghadapinya dengan iman dan sukacita.

Dalam khotbah ini, kita akan merenungkan tiga kebenaran utama tentang mengapa kita memulai hari dengan iman itu penting, yaitu:

Satu, Iman yang Memberi Pengharapan Baru

Ratapan 3:22–23 – “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Setiap pagi adalah kesempatan baru dari Tuhan. Banyak orang bangun dengan rasa penat karena beban hari sebelumnya, namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi. Dengan iman, kita dapat percaya bahwa hari ini tidak harus sama dengan kemarin; selalu ada pengharapan baru yang Tuhan sediakan.

Kita bisa gagal kemarin, kita bisa jatuh dalam kelemahan, tapi kasih setia Tuhan tidak pernah habis. Iman menolong kita untuk memandang ke depan dengan penuh optimisme rohani.

Seperti yang dikatakan oleh teolog Yakob Tomatala: “Iman adalah sikap hati yang memandang ke depan, melampaui keadaan, dan melihat kemungkinan yang Tuhan sediakan.” Dengan kata lain, iman bukan sekadar percaya pada fakta masa lalu, tetapi menantikan janji masa depan yang Tuhan siapkan.

Karena itu, memulai hari dengan iman berarti menyalakan pengharapan baru dalam hati. Kita tidak dikuasai oleh trauma masa lalu, tetapi berfokus pada janji kesetiaan Tuhan yang selalu baru.

Dua, Iman yang Mengusir Kekhawatiran

Matius 6:34 – “Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Kekhawatiran adalah musuh besar yang sering menyita energi kita sejak pagi. Banyak orang bangun tidur lalu langsung dihantui pikiran: “Bagaimana kalau hari ini gagal? Bagaimana dengan masalah pekerjaan? Bagaimana dengan masa depan?” Semua itu membuat hari terasa berat bahkan sebelum dimulai.

Namun, Yesus berkata agar kita tidak khawatir. Mengapa? Karena setiap hari sudah cukup dengan pergumulannya sendiri, dan ada Tuhan yang menopang kita. Iman adalah kunci untuk mengalahkan kekhawatiran. Iman mengajarkan kita untuk menyerahkan hari ini ke tangan Tuhan, percaya bahwa Ia yang berdaulat atas setiap langkah kita.

Stephen Tong pernah menegaskan: “Kekhawatiran adalah tanda kita terlalu fokus pada diri sendiri, sedangkan iman adalah tanda kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.” Dengan kata lain, kekhawatiran muncul saat kita memandang masalah, tetapi iman muncul saat kita memandang Allah yang lebih besar dari masalah.

Memulai hari dengan iman berarti menggantikan kekhawatiran dengan doa, ucapan syukur, dan keyakinan bahwa Tuhan sanggup mengendalikan apa yang tidak bisa kita kendalikan.

Tiga, Iman yang Menuntun kepada Kemenangan

1 Yohanes 5:4 – “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

Iman bukan hanya untuk memberi pengharapan dan menenangkan hati dari kekhawatiran, tetapi juga menjadi kunci kemenangan hidup. Rasul Yohanes menegaskan bahwa imanlah yang mengalahkan dunia. Dunia penuh dengan tantangan, pencobaan, dan godaan, namun orang percaya dipanggil untuk hidup sebagai pemenang, bukan pecundang.

Ketika kita memulai hari dengan iman, kita menegaskan bahwa hari ini bukan sekadar bertahan hidup, tetapi hari di mana kita berjalan dalam kemenangan bersama Kristus. Kemenangan itu bisa berarti keberanian menghadapi tantangan, kesabaran dalam penderitaan, atau kesetiaan di tengah godaan.

Seperti yang dikatakan John Stott: “Iman bukanlah percaya tanpa bukti, tetapi mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah yang telah membuktikan kesetiaan-Nya.” Iman yang sejati bukanlah ilusi positif, melainkan dasar yang kokoh untuk melangkah.

Maka, ketika kita melangkah di pagi hari dengan iman, kita sedang menyiapkan diri untuk mengalami kemenangan rohani sepanjang hari. Kita tidak berjalan sendirian, melainkan bersama Kristus yang sudah lebih dulu menang.

Saudara-saudara, memulai hari dengan iman berarti membuka pintu bagi pengharapan baru, menutup pintu kekhawatiran, dan berjalan menuju kemenangan. Jangan biarkan hari ini berlalu begitu saja tanpa iman. Mulailah setiap pagi dengan doa, Firman Tuhan, dan keyakinan penuh bahwa Tuhan ada di pihak kita.

Mazmur 5:4 berkata: “Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku; pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu dan aku menunggu-nunggu.” Ayat ini menegaskan bahwa pagi adalah waktu terbaik untuk memulai dengan iman—dengan doa, pengharapan, dan ketundukan kepada Tuhan.

Kiranya kita semua belajar untuk memulai setiap hari dengan iman, sebab imanlah yang akan menuntun kita kepada hidup yang penuh pengharapan, damai, dan kemenangan.

Post a Comment for "Mulailah Hari dengan Iman"