Translate

Hidup Sebagai Alat Kebenaran-Nya

HIDUP SEBAGAI ALAT KEBENARANNYA

Landasan firman Allah untuk tema hidup sebagai alat kebenaran-Nya diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma, yaitu Roma 6:12-14. Tentu saja detoks tubuh yang dimaksud di ini adalah dalam pengertian rohani. Maksudnya adalah agar tubuh saya dan saudara betul-betul sehat, prima serta layak digunakan untuk tujuan-tujuan Allah. Bukan untuk tujuan yang bersifat duniawi.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendetoks tubuh? Bagaimana cara membersihkan tubuh dari pencemaran-pencemaran jasmani? Apa yang Alkitab ajarkan tentang tubuh kita? Bagaimana seharusnya kita menjaga tubuh kita ini?

Ada 3 cara yg diajarkan FIRMAN TUHAN:

Satu, Jangan menyerahkan tubuh pada dosa dan keinginannnya (Ay. 13A)

Kenapa dikatakan jangan menyerahkan? Di sini yang menyerahkan siapa? Yang mengambil keputusan siapa? Ya, kita! Manusia! Bukan lagi Tuhan. Kenapa demikian? Karena pada dasarnya dosa tidak lagi berkuasa atas hidup kita, termasuk atas tubuh kita. Itu yang ditegaskan pada ayat 14. Dulunya memang dosa berkuasa, bahkan dikatakan kita adalah hamba dosa/ budak dosa.

Sebab orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa. TETAPI dengan kematian Kristus DI KAYU SALIB untuk menebus dan menyelamatkan kita maka belenggu dan ikatan dosa telah dipatahkan. Sehingga kita bukan lagi hamba dosa melainkan hamba kebenaran.

Dan Alkitab katakan semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Upah dosa adalah Maut (Roma 6:23). Perhatikan bahwa ganjaran/ upah dosa adalah maut.

Upah dosa bukan hanya sekedar menderita, alami sakit, jadi miskin, dst TETAPI MAUT. Dan Allah tidak pernah mencabut ataupun mengurangi nilai hukuman dosa. Hukuman dosa adalah MAUT. Tetapi syukur kepada Allah maut itu telah ditanggung Kristus bagi kita.

Jadi karena Kristus telah menebus kita dari dosa dan maut maka hendaknya dosa jangan lagi berkuasa atas tubuh kita yang fana. Dengan perkataan lain jangan serahkan anggota-anggota tubuh kita untuk melayani dosa dan keinginannya. Orang yang masih mau menyerahkan tubuhnya untuk melakukan dosa dan keinginannya itu seperti seorang narapidana yang sudah bebas (segala hukuman dan tuntutan) tetapi sekarang dengan sukarela dan dengan sengaja mau menyerahkan dirinya untuk dibelenggu dan dijebloskan kembali ke dalam tahanan. Hanya org sakit jiwa yang mau melakukan hal itu! Karena apa? Karena orang normal ingin cepat-cepat bebas/ keluar dari rutan.

Dengan menyerahkan tubuh pada dosa itu berarti kita membiarkan dosa seperti berkuasa lagi atas hidup kita. Kita akan tunduk dan melayani segala keinginannya. Hal ini tidak boleh terjadi!

Dua, Serahkan diri pada Allah (13b)

Ayat ini sejalan dengan Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ketimbang menyerahkan tubuh pada dosa, maka sekarang diminta untuk menyerahkan diri pada Allah. Sebagai orang-orang yang dahulu mati tetapi sekarang hidup. Ini adalah konsekuensi logis dari telah mengalami kehidupan baru di dalam Kristus.

Kalau dulu kita menyerahkan tubuh pada dosa dan itu berakibat maut, maka sekarang tubuh diserahkan kepada Allah yang telah menghidupkan kita. Sekali lagi,Tuhan meminta kerelaan dan kesediaan kita untuk menyerahkan diri kepada-Nya. Tuhan tidak memaksa Anda dan saya. Hanya dengan menyerahkan diri kepada Allah, maka Allah bisa memakai hidup kita. Hanya hidup yang diserahkan yang akan dipakai oleh Allah.

Contoh hidup yang diserahkan pada Allah, JEMAAT MAKEDONIA. 2 Korintus 8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita maka sudah seharusnya kita juga menyerahkan diri kita kepada Allah.

Tiga, Serahkan anggota-anggota tubuh pada Allah (LEBIH SPESIFIK!)—13c

Kalau diri bicara secara global dan totalitas hidup orang percaya, maka anggota-anggota tubuh menunjuk kepada hal-hal yang spesifik dan praktis. Kenapa anggota-anggota tubuh? Karena kita semua menjalankan aktifitas keseharian dengan menggunakan anggota-anggota tubuh kita ini. Termasuk dalam hal beribadah dan melayani Tuhan.

Tidak ada di antara Bapak/ Ibu/ Sdr di sini kalau mau berangkat ke kantor cukup dengan roh atau jiwa saja. Anak-anak berangkat sekolah pake jiwa, Ibu-ibu berangkat ke pasar dengan roh. Para singer, pemain musik, kolektan, pendoa cukup melayani dengan roh. Kita pasti pakai anggota tubuh kita. Karena itu anggota-anggota tubuh kita ini harus diserahkan pada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran! Artinya pelaku-pelaku kebenaran.

Beberapa anggota tubuh kita yang perlu diserahkan:

1. Lidah (Yakobus 3:2-10)

2. Kaki (Ef. 6:5)

3. Tangan (Kis. 28:8). Tangan terbuka, merangkul bukan memukul, dst.

4. Mata (Kej. 3:6; 1 Yoh 2:16; Mat. 4:8)

Post a Comment for "Hidup Sebagai Alat Kebenaran-Nya"