Translate

Jangan Putus Asa, Masih Ada Harapan Dalam Tuhan Yesus

Jangan putus asa, masih ada harapan dalam Tuhan Yesus ~ Kata pengharapan di dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru merupakan salah satu kata penting yang digunakan oleh para nabi dan para rasul ketika menyampaikan firman Tuhan kepada umat Allah dan orang-orang kudus, orang-orang percaya. Sampai hari ini, kata pengharapan memiliki kekuatan yang luar biasa dalam hidup manusia ketika manusia mengalami keterpurukan. Rasul Paulus mengajak setiap orang Kristen untuk terus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau bergeser dari pengharapan Injil. Artinya mengikut Tuhan harus disertai dengan ketekunan, kesungguhan hati, dan tetap memiliki pengharapan yang benar di dalam Tuhan. Iman seseorang akan teguh jika didasarkan pada pengharapan yang benar, maka kehidupan spiritualnya akan tetap kokoh dan berdampak bagi orang lain. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kita untuk berpengharapan, yaitu ajaran agama, psikologi, ilmu pengetahuan, dan lainnya yang kelihatan menjanjikan tapi dapat menjebak kita kepada pengharapan yang sia-sia.
Pengharapan seperti ini, membuat kebanyakan manusia mengandalkan sesuatu yang dianggap dapat menjadi sandarannya. Namun Injil mengajarkan tentang pengharapan yang pasti di segala aspek kehidupan Kekristenan, seperti pengharapan dalam keselamatan, pemeliharaan, kesembuhan, pemulihan hubungan (dengan sesama terutama dengan Tuhan), dan rencana masa depan. Ajakan Paulus untuk tidak bergeser dari pengharapan yang dimiliki oleh orang Kristen sebagai murid Kristus bukan bualan saja melainkan terlihat dalam hidupnya. “KITA PATUT MENGIKUTI KETELADANAN PAULUS DALAM PERJALANAN IMANNYA SEBAGAI SEORANG MURID KRISTUS YANG MEMILIKI PENGHARAPAN YANG BENAR. IA DAPAT MENGAKHIRI GARIS FINISH DENGAN BAIK KARENA MEMILIKI PENGHARAPAN YANG BENAR, YAITU PENGHARAPAN INJIL.” Teladan Paulus dalam mencapai garis finish dengan cara: Satu, bertumbuh dalam kebenaran. Rasul Paulus menulis : “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur” – Kolose 2:6-7. Ia menyadari bahwa janji Allah bukanlah isapan jempol belaka, melainkan suatu kepastian sehingga Paulus memiliki kerinduan untuk terus bertumbuh dalam kebenaran, meski menghadapi tantangan berat. Dua, berbuah dalam perbuatan. Pengharapan yang benar dibuktikan dengan kehendak hatinya yang kuat untuk hidup benar di hadapan Tuhan, sehingga ia memperlihatkan buah Roh di dalam dirinya. Galatia 5:22-23 menegaskan demikian : “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”. Tiga, bertahan dalam iman. Penulis surat Ibrani menulis demikian : “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya” – Ibrani 6:19-20. Pengharapan orang percaya dapat berdampak dan mempengaruhi hidupnya untuk tetap setia hingga akhir. Kekristenan sejati diukur dari kesetiaannya hingga akhir dalam melayani Tuhan dan menjaga hati yang takut akan Tuhan. SEBAGAIMANA PAULUS PERNAH MELEWATI BERBAGAI PERISTIWA YANG BAHAYA DAN YANG MENGANCAM NYAWANYA, TETAPI SEMUANYA ITU TIDAK MEMBUATNYA SURUT DALAM MELAYANI TUHAN, IA MALAH TERUS BERUSAHA GIAT MELAYANI DAN MENGAKHIRI PERTANDINGAN IMAN DENGAN BAIK, BEGITU JUGA SEHARUSNYA DENGAN KITA, MILIKILAH PENGHARAPAN YANG BENAR DI DALAM TUHAN. Apa yang kita alami saat ini? ketahuilah, jika kita memiliki iman dan pengharapan, maka apapun tantangan dan persoalan hidup, tidak akan membuat kita goyah. Justru sebaliknya, pembentukan manusia rohani kita terjadi ketika kita mengalami berbagai permasalahan hidup. Tuhan sedang merenda kita menjadi indah dan berkenan kepada-Nya melalui semua persoalan atau tantangan yang kita hadapi. Semuanya itu, sebenarnya sedang mengasah iman kita. Keadaan apapun yang akan dialami, baik penderitaan maupun kesengsaraan, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Karena itu, milikilah pengharapan teguh di dalam Tuhan. DOA : Bapa, ajarlah aku untuk selalu percaya kepada-Mu dan memiliki pengharapan yang benar, sebab Engkaulah Tuhan yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Post a Comment for "Jangan Putus Asa, Masih Ada Harapan Dalam Tuhan Yesus"