Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Kejadian 12:1-9. Pada bagian pertama dari topik ini sudah dipaparkan beberapa sikap yang perlu ditumbuh-kembangkan oleh setiap orang Kristen. Guna membantu kita untuk mengingat penjelasan yang lalu, kembali dipaparkan sikap-sikap dimaksud, yaitu: pertama, jangan genggam erat berkat itu; kedua, jangan setengah hati; ketiga, jangan takut menanggung resiko. Dalam upaya menjangkau dunia dengan BERKAT, TUHAN Allah tidak bekerja sendiri. Dia memilih untuk bekerja bersama dan melalui kita. TUHAN Allah mau supaya BERKAT disalurkan bagi SESAMA dan bagi KEPENTINGAN kerajaan-Nya. I. Punya PENGALAMAN Rohani – Kejadian 12:1, 7a. PERJUMPAAN pribadi dengan TUHAN Allah menjadi daya tarik, daya pikat, daya dorong dan daya ledak yang kuat bagi Abram untuk menjadi berkat. PERJUMPAAN pribadi dengan Tuhan Yesus menghasilkan transformasi hati yang baru, sehingga setiap orang yang mengalami Yesus secara pribadi ada jaminan untuk menjadi berkat. II. Mulai Dari APA YANG ADA – Kejadian 12:5. TUHAN Allah tidak menuntut Abram harus sempurna baru menjadi berkat. Tuhan Yesus tidak menuntut kita kaya dulu baru menjadi berkat. TUHAN Allah kehendaki supaya kita mulai dari APA YANG ADA pada kita. III. Bangun KEINTIMAN Dengan TUHAN Allah – Kejadian 12:7b-8. Gaya hidup menjadi berkat lahir dari relasi yang INTIM dengan TUHAN Allah. Tanpa KEINTIMAN dengan TUHAN Allah, sukar bagi kita untuk menjadi saluran berkat bagi sesama. TUHAN Allah memilih Abram. TUHAN Allah juga memilih kita untuk MISI BERKAT yang sama. Dalam rangka untuk menjadi berkat, maka kita harus punya pengalaman rohani dengan TUHAN Allah; mulai dari apa yang ada dan bangun keintiman dengan TUHAN Allah.

Blog Archive

Cari Blog Ini

Memuat...