klik juga iklan dibawah ya

Friday, March 15, 2013

Teguran Dan Pemulihan

Bilangan 12:1-16. Allah sungguh sangat mengasihi manusia tetapi Dia tidak pernah membiarkan dosa. Itulah sebabnya dalam Ibrani 12:6 berkata: "Karena TUHAN menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak". Dari kasih-Nya, Dia memperingatkan dengan berbagai cara dan termasuk di dalamnya adalah sebuah "hajaran" kepada setiap orang yang mulai menyimpang dari firman-Nya dengan satu tujuan agar kita dipulihkan. Tindakan Allah ini bertujuan agar setiap mereka yang dikasihi-Nya kembali kepada jalan-jalan Tuhan agar tidak mendapatkan hukuman tetapi pemulihan. Hal itulah yang terjadi dalam perikop kita di atas. Di mana Miryam mendapatkan teguran karena sikapnya yang iri kepada kepemimpinan Musa. Dia merasa memiliki kemampuan untuk bisa berbuat sesuatu sama seperti Musa. Itulah sebabnya dia coba mencari-cari kelemahan Musa dengan maksud menjatuhkannya. Hal ini tentu tidak disukai oleh Allah dan merupakan suatu pelanggaran di mata Tuhan yang membuat Dia murka. "Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia" - Bilangan 12:9. Pertanyaan penting untuk kita renungkan ialah: "Bagaimanakah cara Allah menegur kita untuk memulihkan kita? Berikut beberapa cara Allah menegur dan memulihkan kita. Pertama, Allah menegur dengan cara mengijinkan masalah terjadi. Karena sikap Miryam, Allah menegur dia dengan cara memberikan penyakit kusta kepadanya. "Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya bahwa dia kena kusta" - Bilangan 12:10. Penyakit kusta menjadi sarana yang dipakai Allah untuk menegur Miryam agar dia menyadari kesalahannya. Teguran Allah buat kita bisa berupa masalah seperti sakit penyakit agar kita sadar bahwa kita telah menyimpang. Memang tidak semua masalah akibat dari dosa, tetapi perlu kita mempertanyakan diri ketika mendapatkan masalah siapa tahu itu adalah karena kesalahan kita sendiri. Kalau memang bukan karena kesalahan kita berarti masalah itu untuk membuat kita bertumbuh. Namun, kalau itu karena kesalahan kita, jalan satu-satunya adalah bertobat. Tidak ada tanggapan lain selain bertobat kalau mau dipulihkan Allah. Jangan pernah mencari-cari alasan untuk membenarkan diri. Perlu sikap yang jujur untuk melihat diri kita di tengah-tengah masalah yang terjadi. Kalau memang kita sudah mulai menyimpang dari jalan Tuhan, maka bertobat adalah jalan yang terbaik. Kedua, Allah menegur dengan cara mengucilkan. Karena sikapnya, Miryam dikucilkan dari masyarakat di sekitarnya. "Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya" - Bilangan 12:15. Allah memberikan pembelajaran bagi Miryam agar dia menyadari bahwa perbuatan dosa akan membuat dia dipermalukan. Hal ini menjadi suatu peristiwa yang menyakitkan bagi Miryam karena dia menjadi orang yang tersisih dari masyarakat di sekitarnya dan membawa malu bagi dirinya sendiri. Dosa sering mengucilkan kita yang berakibat mempermalukan kita. Kondisi seperti itu menjadi sarana bagi Allah untuk menyadarkan kita agar kembali ke jalan-Nya. Jadi, kalau hari ini Anda merasa terkucilkan karena kesalahan Anda, jangan pernah memberontak, tetapi bertobatlah karena hanya lewat itu Anda bisa dipulihkan oleh Allah. Tidak kebetulan orang-orang yang dekat dengan Anda tiba-tiba menghindari Anda atau orang yang Anda harapkan semuanya menjauh karena itu menjadi bahan perenungan agar kita introspeksi diri kalau-kalau ada sesuatu yang kita telah perbuat yang telah melanggar firman Tuhan yang perlu harus kita bereskan. Dan kalau kita bersedia mendapatkan teguran ini, maka kita akan melihat bahwa Allah akan memulihkan hak-hak kita sebagaimana semestinya. "Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran" - Bilangan 12:16. Kita akan melanjutkan hidup dan tidak mustahil dengan pembelajaran atas teguran Allah ini, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih indah dari sebelumnya. Namun sebaliknya, kalau kita menganggap sepi teguran Allah ini, maka kita akan mendapatkan hidup yang lebih parah lagi. Oleh karena itu, tidak ada tanggapan yang lebih indah atas teguran Allah yang kita terima selain bertobat dan tidak memberontak. Pertobatan akan memulihkan hak-hak kita di dalam Tuhan. Karena memang Allah adalah Tuhan yang penuh dengan kasih di mana Dia tidak mau melihat kehancuran kita tetapi pertobatan kita. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan kita" - 1 Yohanes 1:9.

No comments:

Post a Comment