Friday, August 17, 2012

Miliki Tujuan Hidup Yang Pasti

Ada 3 orang yang kita sebut dalam Alkitab yang berbeda kedudukan dan berbeda tujuan hidup. Yusuf yang menghadapi masalah silih berganti namun ttap menyenangkan hati Tuhan. Tujuan hidupnya, imannya jelas menuju tanah air sorgawi (Kanaan). Lazarus sudah miskin, badannya penuh borok, tujuannya hidupnya pun jelas. Lain halnya si orang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus dan setiap hari bersukaria dalam kemewahan. Tujuan hidupnya menyenangkan diri sendiri., berpusat pada dirinya. Pertanyaan yang perlu kita ajukan untuk direnungkan ialah, bagaimana supaya kita memiliki tujuan hidup yang pasti? 1. Mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Kita semua telah berdosa. Akibat dosa ialah kematian. Kita mengalami kematian rohani, jasmani dan kematian kekal di neraka. Putus hubungan kita dengan Tuhan Allah. Tujuan hidup kita menjadi tidak jelas. Kita semua berjalan tanpa arah yang pasti. Kita hidup dalam kegelapan. Tetapi puji bagi Tuhan. Dia tetap mengasihi kita walaupun Dia membenci dosa. Dalam kasih-Nya, Ia menjanjikan keselamatan. Ia menjelskan bahwa kita akan ditolongnya. Dalam ketidak-berdayaan kita, Ia memberi jalan keluar bagi kita. Dalam keberadaan kita yang tidak memiliki tujuan hidup yang pasti, Dia menjanjikan akan membimbing kita menemukan tujuan hidup yang pasti. Yesus Kristus adalah jawabannya bagi kita. Yesus Kristus adalah bukti penggenapan janji Allah kepada kita. Melalui Yesus Kristus, kita memiliki tujuan hidup yang pasti dan jelas. Yesus Kristus adalah terang yang menerangi hidup kita sehingga kita tahu tujuan hidup kita. Oleh sebab itu kita harus percaya, menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Dengan jalan inilah kita bisa memiliki tujuan hidup yang jelas dan pasti. Kita tahu jalan ke sorga. Kita tahu dengan pasti bahwa tujuan hidup kita ialah sorga. 2. Hidup menghasilkan buah Kita setelah percaya, menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, hidup kita harus menghasilkan buah. Kita hadir di dunia ini adalah karena Allah mengijinkannya. Hidup menghasilkan buah. Inilah tujuan hidup kita. Buah-buah kehidupan kita harus menjadi berkat. Kita hidup bukan untuk diri kita saja. Tujuan hidup kita bukan saja untuk kepentingan kita. Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi saluran berkat bagi sesama kita. Di dalam Yesus Kristus, kita memiliki tujuan hidup yang pasti. Tujuan hidup yang pasti ini ialah menghasilkan buah. Tentu bukan kita yang menikmati buah itu. Tetapi orang lain. Orang lain disenangkan melalui kehidupan kita. Tujuan hidup kita ialah mnghasilkan buah. Dimana buah yang kita hasilkan itu sungguh menyenangkan hati Tuhan Allah dan juga sesama kita.

No comments:

Post a Comment